SANA’A, KOMPAS.TV - Otoritas Yaman menyatakan enam orang tewas akibat serangan pemberontak Houthi yang didukung Iran, terhadap sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb.
Sementara itu, pasukan Amerika Serikat (AS) menembaki sebuah kapal yang menurut mereka sedang mencoba menerobos blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Perintah Yaman mengatakan enam orang tewas pada Selasa (11/8/2026) setelah kelompok Houthi menembakkan rudal ke sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb.
Penjaga Pantai Yaman menyatakan korban tewas mencakup empat awak kapal dan dua anggota Pasukan Perlawanan Nasional yang bersekutu dengan pemerintah.
Menurut Kementerian Perhubungan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke kapal komersial Yaman tersebut.
Ini merupakan korban jiwa pertama yang diketahui dari serangan Houthi terhadap jalur pelayaran di lepas pantai Yaman dalam putaran pertempuran terbaru di negara Arab tersebut.
Baca Juga: Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei: Bahas Ekonomi, Persatuan Rakyat hingga Sanksi dari AS
Dengan kondisi Selat Hormuz yang ditutup Iran, terdapat fokus baru pada Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Yaman. Bab el-Mandeb merupakan rute alternatif bagi Arab Saudi untuk menyalurkan minyaknya.
Menurut militer Yaman, serangan kapal yang mematikan ini terjadi di tengah gempuran Houthi ke kota pelabuhan Mokha di Laut Merah yang dikuasai pemerintah serta wilayah lain di negara tersebut. Mereka mengatakan puluhan tentara pemerintah dan warga sipil tewas dalam serangan sejak pekan lalu.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang dilakukan Houthi terhadap pasukan pemerintah di Yaman dan fasilitas-fasilitas minyak di negara tetangga, Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman, serta jalur pelayaran kerajaan tersebut di Laut Merah.
Serangan Houthi ini berpotensi menyulut kembali perang saudara Yaman setelah gencatan senjata tahun 2022, dan membuka front baru dalam perang Timur Tengah.
Mohammed Abdul-Salam, kepala perunding sekaligus juru bicara Houthi, dalam sebuah unggahan di media sosial, menuduh Arab Saudi telah memanfaatkan gencatan senjata untuk memperketat blokade udara dan laut yang diterapkannya sejak 2015.
Ia mengatakan kelompok Houthi terbuka untuk negosiasi, namun penyelesaian apa pun harus mencakup penghentian dan pencabutan blokade tersebut.
Baca Juga: WNI Tewas dalam Serangan di Selat Bab el-Mandeb Yaman, 3 Awak Kapal Jadi Korban
Militer AS pada Selasa menyatakan pasukannya menembaki sebuah kapal berbendera Panama di Teluk Oman yang mereka sebut mencoba menerobos blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah ini dilakukan saat Presiden AS Donald Trump berusaha mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti, sehingga memicu helikopter AS menembakkan rudal ke ruang mesin M/V Vela Nova dan melumpuhkan kapal tersebut.
Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah ada awak kapal yang menjadi korban jiwa atau luka-luka.
Trump pada Selasa malam menegaskan, militer AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, terlepas dari kenyataan bahwa Iran terus melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di jalur perairan tersebut dan sangat mengganggu lalu lintas di sana.
Baca Juga: Milisi Houthi Serang Kilang Aramco dan Pelabuhan di Laut Merah
Iran secara efektif menutup selat tersebut setelah Israel dan AS menyerang negara itu pada 28 Februari 2026.
"Iran berjalan baik-baik saja, benar-benar baik-baik saja," kata Trump kepada wartawan setelah perjalanan ke Ohio.
"Kami mengendalikan sepenuhnya Selat Hormuz. Kami memegang kendali atasnya. Tidak ada orang lain. Hanya kami," ujar Trump, seperti dikutip dari The Associated Press.
CENTCOM mencatat telah mengalihkan rute 55 kapal komersial yang mencoba menembus blokade, melumpuhkan tiga kapal yang membangkang, dan menggeledah dua kapal lainnya.
Angkatan Laut AS saat ini menyiagakan lebih dari 15 kapal perang, termasuk dua kapal induk dan satu kapal serbu amfibi di perairan Laut Arab.
Iran menolak untuk mundur dari tuntutannya agar AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, mencabut sanksi terhadap Republik Islam tersebut, dan memenuhi syarat-syarat lainnya.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- houthi
- yaman
- bab el-mandeb
- selat hormuz
- donald trump
- Iran






Komentar (0)