Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga RW 03, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, membuat dekorasi unik berupa terowongan bendera Merah Putih.
Terowongan tersebut membentang sepanjang 72 meter dan menjadi salah satu bentuk kreativitas warga dalam memeriahkan momentum kemerdekaan. Bendera Merah Putih dipasang membentuk atap terowongan di sepanjang akses jalan permukiman.
Bendahara RW 03, Bagus Subhan, mengatakan gagasan pembuatan terowongan tersebut awalnya muncul dari Kepala Keamanan RW 03, Rudi, bersama jajaran warga di RT 04.
Menurut Bagus, ide tersebut sebenarnya sudah muncul sejak sekitar satu tahun lalu. Namun, baru pada momentum HUT 81 RI tahun ini gagasan itu dapat direalisasikan.
"Sebetulnya ada ide-ide dari warga juga, terutama dari ketua keamanan, Bapak Rudi sama jajaran yang lainnya. Mungkin bisa dibilang ini ada ide setahun ke belakang, cuma terealisasinya sekarang," kata Bagus saat ditemui, Rabu (12/8).
Bagus menyebut pembangunan terowongan tersebut merupakan hasil sinergi warga di lingkungan RW 03. Masing-masing RT turut memiliki kreativitas untuk menghias lingkungan dalam rangka menyambut perayaan kemerdekaan.
Untuk terowongan yang berada di wilayah RT 04, panjangnya mencapai sekitar 72 meter. Sementara jika dihitung dari ujung kawasan hingga bagian lainnya, dekorasi kemerdekaan di lingkungan tersebut membentang hingga hampir 300 meter.
"Alhamdulillah, khususnya terowongan ini digagas ketua keamanan sama jajaran RT 04. Kurang lebih ini 72 meter kalau enggak salah," ujarnya.
Sementara itu, Rudi, Kepala Keamanan RW 03 sekaligus pencetus terowongan tersebut, mengungkapkan ide awal pembuatan dekorasi itu muncul setelah dirinya melihat konsep serupa di Tasikmalaya.
Ia kemudian menyimpan gagasan tersebut selama sekitar satu tahun sebelum akhirnya mengajak warga untuk merealisasikannya.
"Jadi dulunya lihat dari Tasik. Idenya sudah setahun," kata Rudi.
Namun, warga RW 03 memilih membuat konsep yang berbeda. Jika dekorasi yang menjadi inspirasinya memiliki bentuk lain, warga Cikutra mengembangkan gagasan tersebut menjadi sebuah terowongan yang dipenuhi bendera Merah Putih.
Menurut Rudi, konsep tersebut sengaja dibuat agar lingkungan RW 03 memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kawasan lainnya.
"Kesannya supaya lihatnya indah. RW 03 enggak ada yang lain seperti ini," ujarnya.
Dibangun dari Patungan WargaTerowongan Merah Putih itu dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat. Rudi menyebut biaya pembangunannya mencapai sekitar Rp 8 juta yang berasal dari patungan warga.
Tidak hanya soal biaya, material yang digunakan juga sebagian memanfaatkan bahan bekas. Bambu yang digunakan sebagai bagian konstruksi terowongan diperoleh dari sisa material bangunan milik warga.
"Biaya paling-paling mencapai Rp 8 jutaan. Patungan warga semua," kata Rudi.
Proses pembangunannya dilakukan secara gotong royong. Berdasarkan keterangan Rudi, pengerjaan terowongan berlangsung sekitar 11 hari sejak 15 Juli.
Sekitar enam warga terlibat langsung dalam proses pengerjaan tersebut. Dengan semangat gotong royong, terowongan akhirnya dapat diselesaikan sebelum puncak peringatan HUT 81 RI.
Bagus mengatakan antusiasme warga terhadap dekorasi tersebut cukup tinggi. Warga dari RT 01 hingga RT 06 di lingkungan RW 03 turut memberikan respons positif terhadap berbagai kegiatan untuk memeriahkan kemerdekaan.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam pembangunan terowongan tersebut dapat terus terjaga, tidak hanya saat momentum kemerdekaan.
"Mudah-mudahan dengan Hari Kemerdekaan ke-81 ini, khususnya warga RW 03 bisa bersinergi, sauyunan. Khusus untuk se-Indonesia mudah-mudahan semuanya bersinergi," tutur Bagus.
Selain terowongan Merah Putih, warga RW 03 juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HUT 81 RI, mulai dari upacara hingga berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat sekitar.






Komentar (0)