JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mundur dalam upaya membenahi persoalan sampah di Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menanggapi persoalan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang ditemukan di Cilincing, Jakarta Utara.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta kini menerapkan pola baru dalam pengelolaan sampah yakni memilah, mengangkut, dan mengolah sampah.
Baca juga: Soal Wacana Pramono Hapus Jalur Sepeda di Jalanan Jakarta, Ini Kata Bike To Work
"Dulu polanya hanya angkut buang. Sekarang menjadi pilah, angkut, olah. Sesuatu yang sangat berbeda sesuai dengan Ingub Nomor 5 Tahun 2026," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut Pramono, perubahan pola tersebut membuat sejumlah persoalan dalam pengelolaan sampah yang sebelumnya tidak terlihat mulai muncul ke permukaan.
Salah satunya adalah keberadaan TPS ilegal di Cilincing yang disebut telah beroperasi selama puluhan tahun.
Baca juga: Pramono Buka Opsi Hapus Jalur Sepeda di Jalan Protokol Jakarta
Menanggapi persoalan tersebut, Pramono mengatakan telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan.
"Yang pertama diumumkan, yang kedua didenda. Yang ketiga PT-nya yang selama ini mendapatkan keuntungan dari horeka-horeka yang ada kalau dia tidak bisa memperbaiki, tutup," kata dia.
Pramono menyadari pembenahan persoalan sampah di Jakarta tidak dapat dilakukan secara instan.
Menurut dia, selama ini terdapat pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari sistem pengelolaan sampah yang berjalan.
Baca juga: Pramono Minta Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai Agustus 2026, Tanggalnya Masih Rahasia
"Untuk menangani persoalan sampah ini enggak bisa bimsalabim. Orang sudah banyak yang mendapatkan kenikmatan dari itu," ujar Pramono.
Ia juga menyadari kebijakan pembenahan sampah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta berpotensi mendapat penolakan dari sejumlah pihak.
"Pasti nanti banyak juga yang kemudian menyerang saya sebagai Gubernur, tapi saya enggak akan mundur. Untuk apa? Untuk pembenahan sampah di Jakarta. Dan ini untuk kebaikan kita bersama," tegasnya.
Benahi Pengelolaan SampahSelain menindak pelanggaran, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembenahan secara internal agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara adil dan sesuai aturan.
Ia mencontohkan pengolahan sampah di fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, yang menurutnya mulai menunjukkan hasil.
Baca juga: Pramono Ungkap Alasan Pengelolaan Transportasi Pulau Seribu Dialihkan ke Transjakarta
"Alhamdulillah sekarang Rorotan line 1-nya produksinya bisa 800 ton dan sekarang mulai September ini line 2 dan line 3. Mudah-mudahan sesuai dengan target yang kita canangkan," kata Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)