Menjadi anggota Paskibraka DKI Jakarta untuk upacara 17 Agustus bukan proses yang singkat. Para siswa SMA dan SMK ini telah menjalani rangkaian seleksi dan latihan sejak Juni.
Proses tersebut dimulai dari seleksi fisik, teknis hingga tahap latihan pra-pengibaran. Setelah itu, mereka masuk ke pemusatan latihan untuk mempersiapkan pengibaran Merah Putih di Balai Kota DKI Jakarta.
Wakil Kepala Pelaksana Pelatihan Paskibraka DKI, Thavi, mengatakan proses seleksi dimulai sejak Juni. Para peserta melewati sejumlah tahapan sebelum masuk ke latihan intensif.
“Untuk proses seleksi dari bulan Juni, setelah itu kami lanjut ke tahap 1 yang namanya LDCP, abis itu mereka transisi ke latihan intensif LPP latihan pra pengibaran. Jadi, latihan intensif itu kami laksanakan setiap hari lalu langsung lanjut ke pemusatan training centre ini,” kata Thavi saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8).
Para calon Paskibraka tersebut berasal dari berbagai sekolah di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Seleksi Berjenjang hingga Latihan FisikSebelum sampai ke tahap pemusatan latihan, para peserta juga harus melewati seleksi berjenjang. Sharin, peserta dari SMAN 39 Jakarta, mengaku harus menjalani tes fisik sebelum mengikuti seleksi di tingkat kota hingga provinsi.
“Kalau saya, dari tingkat SMA, saya melakukan physic test dulu. Itu hal yang seru dan menarik bagi saya lalu pindah ke seleksi kota di Jakarta Timur, lalu kita akan melakukan tes di DKI Jakarta dan itu sih menurut saya asik dan menegangkan,” kata Sharin.
Sementara peserta lainnya, Aras dari SMAN 28 Jakarta, sudah mempersiapkan diri bahkan sebelum mengikuti seleksi. Ia melakukan latihan fisik untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
“Sebelum melaksanakan tes tingkat kota administrasi Jakarta Selatan, pada saat pendaftaran dibuka, saya sudah melaksanakan kegiatan latihan fisik demi mengidealkan tumbuh badan dan juga tinggi badan,” ujar Aras.
Tak Boleh Sakit hingga Hari HSetelah terpilih, tantangan mereka belum selesai. Latihan harus dijalani secara konsisten karena setiap anggota memiliki peran yang saling berkaitan saat pengibaran.
Kakak pembina Paskibra, Rifki Muzaki, mengatakan konsistensi menjadi salah satu tantangan utama dalam mempersiapkan pasukan. Kondisi satu anggota dapat memengaruhi jalannya pengibaran secara keseluruhan.
“Tantangannya itu konsistensi. Ketika kakak-kakaknya konsisten dan juga junior-juniornya juga konsisten maka pengibaran akan terlaksana dengan baik. Jika salah satu dari elemen tersebut tidak konsisten ataupun sakit dan lain hal, akan menjadi masalah yang bisa menghambat kesuksesan pengibaran,” kata Rifki.
Karena itu, kondisi fisik dan mental peserta menjadi perhatian selama latihan. Kepala Pelaksana Pelatihan Paskibraka DKI, Bari, mengatakan para peserta harus berada dalam kondisi fit dan tetap fokus selama menjalani latihan.
“Kalau berjalan lancar ya, kita sebagai pelatih tentu harus memastikan betul ini. Jadi karena mereka ini kan nanti 17 Agustus kan jadi ibaratnya jadi bintangnya lah,” ujar Bari.
“Ya, sebagai pelatih itu harus memastikan setiap latihan itu harus dalam kondisi fit, dalam kondisi lancar fokus, hatinya itu dan mentalnya itu siap. Jadi bagi seorang Paskibraka itu gak ada alasan itu ada gak fokus lah, halangan,” sambungnya.
Kini, para peserta tinggal mematangkan persiapan menjelang 17 Agustus. Bagi Sharin dan Aras, seluruh latihan tersebut bermuara pada satu target, yakni menjalankan tugas pengibaran Merah Putih dengan sukses di Balai Kota DKI Jakarta.






Komentar (0)