Mata Minus Anak Meningkat, 15 Sekolah Gresik-Lamongan Ikut Gerakan Myopia Care

beritajatim.com
12 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Gresik (beritajatim.com) – Ketika anak mulai kesulitan melihat tulisan di papan kelas, menyipitkan mata saat melihat dari jarak jauh, atau memilih duduk lebih dekat dengan layar, kondisi tersebut kerap dianggap sebagai dampak terlalu lama menggunakan gawai. Padahal, perubahan kemampuan melihat pada anak dapat menjadi tanda awal myopia atau mata minus yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Kekhawatiran terhadap meningkatnya gangguan refraksi pada anak tersebut menjadi perhatian dalam gerakan sosial Vision Fest Myopia Care – Natamata yang digagas Eyelink Group Gresik.

Gerakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai mata minus, tetapi juga mendorong pengendalian progresivitas myopia pada anak. Sebanyak 15 sekolah dari Kabupaten Gresik dan Lamongan turut terlibat dalam gerakan tersebut.

Presdir Eyelink Group M. Rusli mengatakan, meningkatnya kasus gangguan refraksi pada anak perlu diikuti perhatian terhadap perkembangan mata minus dan upaya mengendalikannya.

“Dari peningkatan kasus mata ini, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya jumlah kasusnya, namun bagaimana kita mampu menekan progresivitas atau pertumbuhan minus pada anak,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Menurut Rusli, penglihatan yang optimal merupakan salah satu fondasi penting bagi anak untuk mengikuti proses pembelajaran, berkembang, dan meraih prestasi.

Data yang dirujuk dalam kegiatan tersebut menunjukkan prevalensi gangguan refraksi pada anak meningkat dari 26 persen pada 2013 menjadi 40 persen pada 2023. Angka tersebut menjadi perhatian bahwa kesehatan mata anak tidak hanya berkaitan dengan persoalan individu, tetapi juga membutuhkan perhatian dari lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Di Gresik dan Lamongan, kepedulian tersebut kemudian diterjemahkan melalui keterlibatan sekolah dalam gerakan Myopia Care.

Dari Kabupaten Gresik, sekolah yang terlibat yakni Rumah Qur’an Al Ummah, SD IT Al Ibrah, SD Almadany, SD NU Nurul Islah, SD Muhammadiyah 1 GKB, UPT SDN 4 Gresik, UPT SDN 49 Gresik, SD Global School Al Ibrah, serta SD SIG.

Sementara dari Kabupaten Lamongan terdapat SDN Made 4, SDN Jetis 3, SD IT Cendekia, MI Unggulan Sabilillah (MIUS), dan SD Muhammadiyah Lamongan.

Direktur Optik Natamata Muhammad Rijaal Alhaq menuturkan, persoalan penglihatan memiliki kaitan dengan kemampuan anak mengikuti pembelajaran secara optimal.

Ia menilai kesehatan mata memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan prestasi akademik. Namun, kemampuan melihat dengan baik menjadi salah satu modal dasar agar anak dapat menerima informasi selama proses belajar.

“Kita memiliki cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. Penglihatan yang baik memang bukan satu-satunya faktor penentu prestasi, tetapi merupakan fondasi penting agar anak dapat menerima pembelajaran dengan maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, dokter spesialis mata Eyelink Group Ria Sandy Deneska, Sp.M (K), menambahkan bahwa meningkatnya ancaman myopia secara global hingga 2050 perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, deteksi dini menjadi penting karena kondisi penglihatan setiap anak berbeda. Setelah dilakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh, dokter dapat menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Beberapa pilihan dalam Myopia Care antara lain penggunaan kacamata dengan koreksi yang tepat, lensa defocus, obat tetes khusus, Orthokeratology (Ortho-K), hingga EDOF softlens.

“Seluruh penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter mata dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasien,” imbuhnya.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr. Puspitasari Wardani menilai peningkatan myopia pada anak merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Kami mengapresiasi hadirnya Gerakan Sosial Vision Fest Myopia Care- Natamata sebagai upaya memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pencegahan di lingkungan sekolah,” pungkasnya. [dny/beq]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MPR Tegaskan Sidang Tahunan Jadi Bentuk Akuntabilitas Lembaga kepada Rakyat
• 10 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Mencuci Wajah yang Bikin Iritasi
• 19 jam lalu
0
thumb
Maulid Nabi 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya Menurut Kalender Hijriah Kemenag
• 18 jam lalu
0
thumb
Penampakan Tumpukan Sampah di TPS Liar Cilincing Jakut, Bau Busuk Menyengat
• 14 jam lalu
0
thumb
2 Bintang Timnas Indonesia Tanpa Klub seusai Gagal di Piala AFF 2026, Sampai Jadi Sorotan Media Vietnam: Bakal Diselamatkan STY?
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.