Awal Mula Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Bentrokan maut dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln yang dikerahkan di tengah terus berkecamuknya perang antara AS dan Iran. Dalam bentrokan tersebut, tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Insiden tersebut dinilai mencerminkan semakin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan yang kian memuncak di dalam internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan.

Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya. Bagaimana awal mulanya?

Baca juga: 7 Tentara AS Bentrok hingga Tewas di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Menurut laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.

Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

Penasihat CENTCOM itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Situasi kemudian dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik yang ganas.

"Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.

Belum ada tanggapan langsung militer AS atau Gedung Putih atas laporan media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Saat ini, kapal induk AS ini sedang beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.




(ita/ita)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Local Purchase Capai 95 Persen, HPM: Honda Brio Mobil Paling Nasionalis
• 14 jam lalu
0
thumb
Kasus Kematian Sutrimo Dikawal Komisi III DPR, Hinca Pandjaitan Minta Kasus Diungkap Transparan
• 22 jam lalu
0
thumb
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Ungkap Pemerintah Mulai Uji Coba Pembatasan Pertalite
• 10 jam lalu
0
thumb
Pedagang Atribut 17 Agustus Berjualan di Trotoar, Pemprov DKI Minta Fungsi Pejalan Kaki Dijaga
• 13 jam lalu
0
thumb
Dinasti Bisnis Presiden Mendadak Tumbang, Ternyata Ini Penyebabnya
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.