BEKASI, KOMPAS.com - Massa menggeruduk sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026) malam.
Rumah tersebut diduga tempat tinggal E, seorang master of ceremony (MC) di booth The Sounds Project yang membuat tantangan hafalan surat Al Quran berhadiah minuman keras (miras).
Massa tanpa atribut organisasi tertentu itu mulai mendatangi lokasi sekitar pukul 20.00 WIB untuk mencari keberadaan E.
Baca juga: 5 Orang Dilaporkan Terkait Tantangan Hafalan Al Quran Hadiah Miras di The Sounds Project, Ada EO dan MC
"Saat itu dari komunitas umat Islam berusaha meng-cross check, apakah informasi yang bersangkutan tinggal di Kota Bekasi itu benar atau tidak," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Ariyana kepada awak media, Rabu (12/8/2026).
Namun, MC tersebut tidak berada di tempat dan rumah kontrakan dalam kondisi kosong.
Situasi di lokasi berhasil diredam setelah pihak kepolisian tiba untuk melakukan mediasi.
Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Ariyana, memastikan E sudah tidak lagi tinggal di tempat itu.
"Semalam ada beberapa kelompok orang yang mendatangi rumah yang diduga tempat tinggal. Namun, setelah dilakukan pengecekan dengan ketua lingkungan, didampingi oleh Kapolsek maupun tim dari Polres Metro Bekasi Kota, yang bersangkutan sudah tidak tinggal dan berdomisili di situ," terangnya.
Rumah kontrakan tersebut sudah ditinggalkan E sejak dua hingga tiga bulan lalu.
Baca juga: MC Minta Maaf soal Challenge Hafalan Al Quran Berhadiah Miras di Booth Newport
Mengenai penanganan dugaan kasus penistaan agama ini, Putu Kholis Ariyana menjelaskan bahwa proses hukum sudah berjalan dan ditangani oleh gabungan tim penyidik.
"Perkara ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Bareskrim Polri karena adanya aduan dan laporan yang masuk ke tiga kesatuan tersebut," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan sebuah challenge (tantangan) hafalan Al Quran berhadiah minuman keras di salah satu booth festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026).
Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai tidak elok dan menistakan agama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)