Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan, Polsek Ciputat Timur dan Polres Tangsel terkait penanganan kasus seorang siswi SMA yang tertemper (tertabrak) KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan.
"Tim Asdep Layanan AMPK KemenPPPA telah melakukan koordinasi awal dengan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan dan pemantauan melalui media," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Pihaknya menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.
"Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya korban, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," katanya.
Polsek Ciputat Timur bersama Polres Tangsel saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban, termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
KemenPPPA masih menunggu hasil penyelidikan tersebut.
Sebelumnya, pada Senin (10/8) sore, korban (14) yang berseragam putih abu-abu tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan.
Korban ditemukan oleh pihak keamanan stasiun di jalur KRL rute Tanah Abang - Rangkasbitung.
Kemudian, jenazah korban diamankan dan dibawa ke RSUD Kota Tangerang Selatan untuk dilakukan visum.
Keesokan harinya, korban dimakamkan di Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Korban diketahui berdomisili di Pondok Ranji dan tercatat sebagai siswi SMA kelas 10 atau sederajat.
Baca juga: Polisi selidiki tewasnya siswi 14 tahun di Stasiun Jurangmangu
Baca juga: Arifah: Satuan Pendidikan Ramah Anak, untuk lingkungan pendidikan aman
Baca juga: KemenPPPA gelar Kemudi Anak, sarana penyampaian aspirasi ke pemerintah
"Tim Asdep Layanan AMPK KemenPPPA telah melakukan koordinasi awal dengan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan dan pemantauan melalui media," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Pihaknya menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.
"Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya korban, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," katanya.
Polsek Ciputat Timur bersama Polres Tangsel saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban, termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
KemenPPPA masih menunggu hasil penyelidikan tersebut.
Sebelumnya, pada Senin (10/8) sore, korban (14) yang berseragam putih abu-abu tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan.
Korban ditemukan oleh pihak keamanan stasiun di jalur KRL rute Tanah Abang - Rangkasbitung.
Kemudian, jenazah korban diamankan dan dibawa ke RSUD Kota Tangerang Selatan untuk dilakukan visum.
Keesokan harinya, korban dimakamkan di Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Korban diketahui berdomisili di Pondok Ranji dan tercatat sebagai siswi SMA kelas 10 atau sederajat.
Baca juga: Polisi selidiki tewasnya siswi 14 tahun di Stasiun Jurangmangu
Baca juga: Arifah: Satuan Pendidikan Ramah Anak, untuk lingkungan pendidikan aman
Baca juga: KemenPPPA gelar Kemudi Anak, sarana penyampaian aspirasi ke pemerintah





Komentar (0)