EtIndonesia.com Kekeringan yang memecahkan rekor sebelumnya di Eropa telah menyebabkan permukaan sungai turun ke titik terendah dalam sejarah, memicu kebakaran hutan berskala besar, dan menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Pada Senin (10 Agustus), sejumlah negara Eropa kembali mengeluarkan peringatan suhu ekstrem. Suhu diperkirakan mencapai sekitar 35°C.
Menurut laporan AFP, negara-negara yang biasanya tidak terbiasa dengan suhu tinggi, termasuk Swiss, Austria, dan Hungaria, juga diperkirakan mengalami suhu yang tidak biasa tingginya dalam beberapa hari mendatang.
Sistem peringatan cuaca Eropa MeteoAlarm juga menyatakan pada 10 Agustus bahwa sebagian besar wilayah Italia dan kawasan pesisir Kroasia telah mengalami suhu panas ekstrem.
Badan Meteorologi Inggris (Met Office) memperingatkan pada akhir pekan lalu bahwa gelombang panas kelima musim panas ini akan segera melanda Inggris. Infrastruktur Inggris pada awalnya dibangun untuk menghadapi iklim yang relatif lebih sejuk dan sedang, tetapi kini menghadapi ujian berat.
Hampir tiga perempat wilayah Inggris dan seluruh Wales kini secara resmi berada dalam kondisi kekeringan. Lebih dari 27 juta orang terdampak pembatasan penggunaan air. Kementerian Lingkungan Inggris memperingatkan pada 10 Agustus bahwa “sumber daya air di seluruh negeri sedang berada di bawah tekanan.”
Badan Meteorologi Nasional Prancis (Météo-France) memperingatkan pada 10 Agustus bahwa suhu di wilayah tenggara Prancis dapat mencapai 35°C, sementara cakupan wilayah yang mengalami suhu tinggi akan semakin meluas sepanjang pekan ini. Hampir 70% wilayah Prancis menghadapi pembatasan penggunaan air. Di daerah yang memiliki risiko tertinggi, persediaan air diprioritaskan untuk kebutuhan medis, sanitasi, air minum, dan keperluan penting lainnya.
Yunani dan Spanyol Kembali Dilanda Kebakaran HutanYunani melaporkan pada 10 Agustus kebakaran hutan kedua musim ini yang terjadi di dekat ibu kota Athena. Pemerintah telah mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran beserta peralatan untuk menangani kebakaran tersebut. Kebakaran hutan yang terjadi 10 hari sebelumnya di sebelah barat laut ibu kota telah membakar lebih dari 10.000 hektare hutan pinus.
Di Spanyol bagian barat daya, petugas pemadam kebakaran juga tengah berupaya mengendalikan kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat. Kebakaran tersebut telah memaksa sekitar 800 orang mengungsi, dan jumlah warga yang harus dievakuasi masih terus bertambah.
Setelah menganalisis data iklim dari berbagai badan meteorologi nasional dan Copernicus Climate Change Service, AFP menemukan bahwa wilayah yang dihuni sekitar 120 juta orang di Eropa baru saja mengalami bulan Juli terpanas yang pernah tercatat. Suhu yang memecahkan rekor terutama terjadi di Inggris bagian selatan, Prancis bagian barat, serta wilayah utara dan timur Spanyol.
Data resmi dari berbagai negara menunjukkan bahwa satu gelombang panas pada Juni telah menyebabkan sedikitnya 12.000 kematian berlebih di sembilan negara Eropa. Jumlah tersebut kemungkinan masih akan meningkat seiring semakin banyak data yang dikumpulkan dan dipublikasikan.






Komentar (0)