Besok Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026, Ini Waktu dan Cara Mengamatinya

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi hujan meteor (Sumber: Envato/wirestock)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan hujan meteor Perseid akan mencapai puncaknya pada dini hari 13 Agustus 2026.

Fenomena astronomi tahunan ini menjadi salah satu hujan meteor yang menarik untuk diamati.

BRIN melalui akun Instagram @brin_indonesia, mengatakan dalam kondisi langit yang ideal, pengamat dapat menyaksikan sekitar 1-2 meteor per menit.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati sisa debu yang ditinggalkan komet.

"Setiap tahun, Bumi berpapasan dengan sisa debu komet sehingga terjadi fenomena hujan meteor yang memiliki arah dan waktu kemunculan yang tetap setiap tahun," kata Thomas Djamaluddin.

Hujan meteor Perseid berasal dari sisa debu Komet 109P/Swift-Tuttle. Ketika partikel-partikel debu tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, terjadi proses yang menghasilkan cahaya sehingga tampak sebagai meteor dari permukaan Bumi.

Baca Juga: Kumpulan Twibbon HUT ke-81 RI Tahun 2026 dan Ucapan yang Bisa Diunggah di Media Sosial

Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Perseid pada 2026 adalah 13 Agustus dini hari atau sekitar pukul 01.00-04.00 WIB. Berdasarkan informasi BRIN, waktu tersebut bertepatan dengan fase Bulan Baru.

Kondisi ini membuat langit malam menjadi lebih gelap karena cahaya Bulan tidak dominan menerangi langit.

Dengan demikian, kondisi pengamatan meteor menjadi lebih optimal, terutama jika dilakukan dari lokasi yang minim polusi cahaya.

Pada kondisi langit yang ideal, pengamat dapat melihat sekitar 1–2 meteor per menit. Namun, jumlah meteor yang terlihat dapat berbeda bergantung pada kondisi cuaca, tingkat kecerahan langit, serta lokasi pengamatan.

Perseid Tampak dari Arah Rasi Perseus

BRIN menjelaskan, hujan meteor Perseid merupakan fenomena yang tampak berasal dari arah rasi bintang Perseus. Titik asal kemunculan meteor tersebut disebut radiant.

Saat mencapai puncaknya, meteor dapat terlihat melesat ke berbagai arah dari sekitar titik pancar di rasi Perseus. Fenomena inilah yang membuat hujan meteor Perseid dapat diamati dengan cukup luas menggunakan mata telanjang.

BRIN menyebut hujan meteor Perseid tergolong sebagai salah satu hujan meteor yang kuat sehingga menarik perhatian para penggemar astronomi.

Cara Mengamati Hujan Meteor Perseid

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan hujan meteor Perseid pada 13 Agustus 2026, BRIN memberikan panduan pengamatan hujan meteor agar berlangsung optimal.

1. Pilih lokasi minim polusi cahaya

Pilih lokasi yang jauh dari sumber cahaya buatan, terutama lampu perkotaan. Semakin gelap kondisi langit, semakin besar peluang untuk melihat meteor yang melintas.

2. Pastikan pandangan ke arah Timur Laut tidak terhalang

Medan pandang ke arah Timur Laut sebaiknya terbuka dan tidak terhalang gedung, pepohonan, maupun objek lainnya.

Baca Juga: Cara Melihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dari Indonesia, Ini Link Live Streamingnya

3. Pastikan langit cerah

Kondisi langit menjadi faktor penting dalam pengamatan. Pastikan langit di arah Timur Laut cerah dan tidak tertutup awan.

4. Arahkan pandangan ke langit Timur Laut

Pengamat dapat mengarahkan pandangan ke langit di arah Timur Laut. Dalam kondisi ideal, sekitar 1–2 meteor per menit dapat terlihat melesat ke berbagai arah dari titik pancar di rasi Perseus.

5. Tidak membutuhkan teleskop

Pengamatan hujan meteor Perseid tidak memerlukan teleskop ataupun binokular. BRIN justru menyarankan pengamatan menggunakan mata telanjang karena memberikan medan pandang yang lebih luas.

Dengan mencari lokasi yang gelap, memastikan kondisi langit cerah, dan memiliki medan pandang yang luas, masyarakat dapat menikmati fenomena hujan meteor Perseid dengan lebih optimal.

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • hujan meteor perseid
  • hujan meteor
  • puncak hujan meteor perseid
  • 13 agustus 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Laba BCA Syariah Tumbuh 9,2 Persen Jadi Rp109,4 Miliar di Semester I-2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Denny Sumargo Mengaku Dihujat Usai Undang Sarwendah dan Pihak Ruben Onsu ke Podcast, sang Presenter Singgung Konsekuensi
• 4 jam lalu
0
thumb
Tim Upacara dan Paskibraka HUT ke-81 RI Mulai Latihan Bersama di Istana Merdeka
• 22 jam lalu
0
thumb
Muncul Isu Liar Pratikno Sakit dan Mundur: Saya di Bromo Tangani Kebakaran
• 18 jam lalu
0
thumb
Ekshumasi Dimulai, Tim Forensik Ambil Sampel Jenazah Sutrimo
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.