Jakarta (ANTARA) - Anthropic dikabarkan bakal memberikan tanda khusus atau watermark untuk teks yang dihasilkan oleh model-model kecerdasan artifisial-nya (AI) termasuk Claude untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Eropa.
Pembuat model AI itu mengonfirmasi penandaan itu dalam halaman dukungan yang telah mereka perbarui.
Dalam laporan TechCrunch, Selasa (11/8) waktu setempat, aturan yang berlaku di Eropa tersebut mengacu pada UU AI Uni Eropa mengenai transparansi kode yang mulai berlaku pada 2 Agustus 2026.
Perusahaan-perusahaan AI diwajibkan untuk memberikan tanda pada konten yang dihasilkan oleh AI maupun diedit oleh AI dengan cara yang dapat diidentifikasi oleh sistem lain.
Anthropic menyatakan bahwa semua model yang dirilis setelah 2 Agustus akan secara otomatis memiliki teknologi untuk memberi tanda khusus pada teks yang dihasilkan komputer dan juga pada file. Untuk file, perusahaan menggunakan standar terbuka C2PA.
Baca juga: Anthropic bentuk tim pengembangan chip untuk AI Claude
Penandaan itu juga bakal diperluas ke model-model AI yang lama dan menambahkan untuk teks yang dihasilkan nantinya tanda yang diberikan bakal ikut berpindah saat pengguna menyalin maupun menempel teksnya.
“Karena watermark merupakan bagian dari teks, watermark akan ikut berpindah bersama teks saat disalin dan ditempel di tempat lain, dan mungkin tetap ada meskipun ada beberapa pengeditan," demikian bunyi pernyataan Claude.
Perusahaan tersebut mencatat bahwa penambahan watermark akan diterapkan pada berbagai produk seperti API platform Claude, Claude, Claude Code, Claude Cowork, dan Claude Tag.
Kini, berbagai platform berlomba-lomba memberi tanda khusus pada konten yang dihasilkan AI setelah mendapat kecaman dari pengguna dan untuk menghindari pengawasan regulasi.
Misalnya platform musik AI Suno mengatakan akan memberi tanda pada lagu-lagu yang dibuat di platformnya setelah serangkaian tantangan hukum.
Lalu pada Juli, layanan buletin Substack bekerja sama dengan Pangram untuk menandai konten yang dihasilkan AI. CEO perusahaan tersebut Chris Best, mengecam Claudefishing, istilah yang digunakan untuk orang-orang yang menggunakan AI untuk menghasilkan konten.Selain Anthropic, perusahaan lain seperti Black Forest Labs, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Synthesia telah berkomitmen untuk mematuhi kode etik Uni Eropa.
Baca juga: Anthropic ungkap insiden evaluasi siber dunia nyata yang libatkan AI
Baca juga: Anthropic gandeng Samsung kembangkan chip AI khusus
Baca juga: Anthropic usulkan perlambatan pengembangan AI
Pembuat model AI itu mengonfirmasi penandaan itu dalam halaman dukungan yang telah mereka perbarui.
Dalam laporan TechCrunch, Selasa (11/8) waktu setempat, aturan yang berlaku di Eropa tersebut mengacu pada UU AI Uni Eropa mengenai transparansi kode yang mulai berlaku pada 2 Agustus 2026.
Perusahaan-perusahaan AI diwajibkan untuk memberikan tanda pada konten yang dihasilkan oleh AI maupun diedit oleh AI dengan cara yang dapat diidentifikasi oleh sistem lain.
Anthropic menyatakan bahwa semua model yang dirilis setelah 2 Agustus akan secara otomatis memiliki teknologi untuk memberi tanda khusus pada teks yang dihasilkan komputer dan juga pada file. Untuk file, perusahaan menggunakan standar terbuka C2PA.
Baca juga: Anthropic bentuk tim pengembangan chip untuk AI Claude
Penandaan itu juga bakal diperluas ke model-model AI yang lama dan menambahkan untuk teks yang dihasilkan nantinya tanda yang diberikan bakal ikut berpindah saat pengguna menyalin maupun menempel teksnya.
“Karena watermark merupakan bagian dari teks, watermark akan ikut berpindah bersama teks saat disalin dan ditempel di tempat lain, dan mungkin tetap ada meskipun ada beberapa pengeditan," demikian bunyi pernyataan Claude.
Perusahaan tersebut mencatat bahwa penambahan watermark akan diterapkan pada berbagai produk seperti API platform Claude, Claude, Claude Code, Claude Cowork, dan Claude Tag.
Kini, berbagai platform berlomba-lomba memberi tanda khusus pada konten yang dihasilkan AI setelah mendapat kecaman dari pengguna dan untuk menghindari pengawasan regulasi.
Misalnya platform musik AI Suno mengatakan akan memberi tanda pada lagu-lagu yang dibuat di platformnya setelah serangkaian tantangan hukum.
Lalu pada Juli, layanan buletin Substack bekerja sama dengan Pangram untuk menandai konten yang dihasilkan AI. CEO perusahaan tersebut Chris Best, mengecam Claudefishing, istilah yang digunakan untuk orang-orang yang menggunakan AI untuk menghasilkan konten.Selain Anthropic, perusahaan lain seperti Black Forest Labs, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Synthesia telah berkomitmen untuk mematuhi kode etik Uni Eropa.
Baca juga: Anthropic ungkap insiden evaluasi siber dunia nyata yang libatkan AI
Baca juga: Anthropic gandeng Samsung kembangkan chip AI khusus
Baca juga: Anthropic usulkan perlambatan pengembangan AI






Komentar (0)