Reformasi Layanan Kesehatan Besar-besaran Trump di AS : Vaksin Anak Dikurangi dari 72 Menjadi 11 Vaksin

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Senin (10 Agustus), Presiden Donald Trump mengumumkan reformasi besar terhadap kebijakan vaksinasi anak, dengan memangkas secara drastis vaksin yang sebelumnya ditetapkan pemerintah sebagai “standar emas” menjadi hanya 11 vaksin inti. Trump menekankan bahwa orang tua harus memperoleh lebih banyak informasi agar dapat menentukan sendiri apakah anak mereka perlu menerima vaksin lainnya.

Pada hari yang sama, Presiden Trump juga secara khusus mengadakan upacara pengambilan sumpah Todd Blanche sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat di Gedung Putih, sembari terus mendorong penataan kembali personel pemerintahan di Washington.

Presiden AS Donald Trump: “Berlaku segera, rekomendasi standar emas vaksin anak yang ditetapkan pemerintahan saya hanya mencakup 11 vaksin inti, untuk mencegah penyakit yang paling serius dan berbahaya, termasuk vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR).”

Presiden Trump mengatakan bahwa sebelumnya Amerika Serikat mewajibkan anak-anak menerima hingga 72 jenis vaksin, jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara lain, dan dua kali lipat dibandingkan negara-negara Eropa. 

Menurutnya, pemberian vaksin dalam jumlah besar dan dengan jadwal yang padat dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak yang masih rentan. Pemerintahan sebelumnya juga menetapkan bahwa anak yang tidak divaksinasi tidak diperbolehkan bersekolah.

Untuk melindungi kesehatan anak-anak, perintah eksekutif Trump mengharuskan tim ahli untuk terus melakukan penelitian guna memastikan vaksin yang diberikan kepada anak memiliki dosis serendah mungkin, serta aman dan efektif. Selain vaksin yang diwajibkan, pemerintah akan memberikan informasi yang memadai kepada orang tua sehingga mereka dapat memutuskan sendiri apakah akan memberikan vaksin lain kepada anak-anak mereka.

“(Peraturan vaksinasi baru) dapat memulihkan kembali otonomi keluarga dan orang tua dalam mengambil keputusan yang tepat bagi anak-anak mereka. Kebijakan ini memungkinkan sekaligus terus menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dalam rekomendasi vaksin, serta secara mendasar membangun kembali hubungan yang sehat antara kesehatan masyarakat dan orang tua,” ujar Kepala National Institutes of Health (NIH) Jay Bhattacharya. 

Pada hari Senin itu juga merupakan hari pelantikan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung AS yang baru. Presiden Trump secara khusus mengadakan upacara pelantikan untuknya di Ruang Oval Gedung Putih.

Pada Sabtu dini hari pekan lalu, tepat sebelum Senat memasuki masa reses musim panas, Senat mengkonfirmasi nominasi Trump terhadap Blanche sebagai Jaksa Agung dengan hasil pemungutan suara 50 berbanding 49.

Blanche kemudian mengunggah pernyataan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya karena dipercaya menjadi Jaksa Agung Amerika Serikat ke-88.

Sejak mantan Jaksa Agung Pam Bondi meninggalkan jabatannya pada April, Blanche telah menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Jaksa Agung.

Selain itu, pada Minggu, Presiden Trump menunjuk Kepala Staf Gedung Putih Will Scharf, yang mulai 1 September akan menjabat sebagai Penasihat Hukum Gedung Putih sekaligus Asisten Presiden.

Scharf merupakan Ketua National Capital Planning Commission dan juga bertanggung jawab atas urusan administrasi Ruang Oval. Dengan promosi tersebut, ia akan menjadi penasihat hukum utama Gedung Putih.

Dilaporkan oleh Ren Hao, New Tang Dynasty Television, Washington, D.C.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bantah Mundur dari Kursi Menko PMK, Pratikno: Ini Lagi Bertugas Kok
• 20 jam lalu
0
thumb
Eks Pelatih Arema Yakin Performa Timnas Indonesia Bakal Lebih Baik di FIFA ASEAN Cup 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Kebakaran di Kapuas Hanguskan Enam Rumah hingga Gedung Bulu Tangkis
• 21 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI Jatuhkan Sanksi Rp10 juta kepada Penyedia Jasa Angkut Sampah Nakal
• 6 jam lalu
0
thumb
Satgas Cukai Lombok Timur Edukasi Warga Cegah Peredaran Rokok Ilegal
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.