HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Berdasarkan data rilis Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mencatat sebanyak 181 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data bulanan tersebut dirilis dan disahkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Fadli Welling.
Data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar menunjukkan, dari 181 kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp10,396 miliar. Kebakaran juga berdampak terhadap 443 kepala keluarga (KK).
Berdasarkan data bulanan peristiwa kebakaran Kota Makassar 2026, jumlah kejadian mengalami fluktuasi sejak Januari. Pada Januari tercatat 17 kasus, Februari 12 kasus, Maret 10 kasus, April 18 kasus, Mei 15 kasus, Juni 31 kasus, Juli menjadi bulan dengan kasus tertinggi yakni 47 kejadian, sementara Agustus tercatat 31 kejadian.
Juli menjadi periode paling tinggi dengan 47 peristiwa kebakaran. Dari kejadian tersebut, sebanyak 126 KK terdampak dengan luas area yang terbakar mencapai 2.350 meter persegi. Kerugian ditaksir mencapai Rp2,012 miliar.
Sementara Agustus, hingga data terakhir, tercatat 31 kejadian dengan 102 KK terdampak. Luas area yang terbakar mencapai 2.353 meter persegi dengan total kerugian sekitar Rp2,510 miliar.
Jika dibandingkan, jumlah kejadian pada Agustus memang lebih rendah dibanding Juli. Namun, nilai kerugian justru lebih tinggi. Kondisi ini menunjukkan besarnya dampak setiap peristiwa kebakaran tidak hanya ditentukan dari jumlah kejadian, tetapi juga objek yang terbakar.
Dari keseluruhan kejadian Januari hingga Agustus, rumah tinggal menjadi objek kebakaran yang paling banyak terdampak. Tercatat sebanyak 194 rumah tinggal menjadi objek kebakaran.
Selain rumah tinggal, objek lain yang terdampak antara lain sampah atau alang-alang sebanyak 104 kejadian, kendaraan 27 unit, toko/kios/cafe 12, kantor/sekolah enam, gudang tujuh, industri/perusahaan tiga, serta asrama satu.
Data tersebut juga mencatat sebanyak 60 kejadian kebakaran yang berkaitan dengan sampah atau alang-alang. Sementara penyebab kebakaran lainnya meliputi listrik sebanyak 27 kejadian, tabung gas/kompor 14 kejadian, serta ulun/obat nyamuk yang tercatat nihil.
Penyebab lain berupa sampah/alang-alang mencapai 60 kejadian, sementara kategori lainnya sebanyak 80 kejadian. Data tersebut memperlihatkan masih beragamnya faktor pemicu kebakaran yang terjadi di wilayah Makassar.
Dari sisi korban, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat tiga orang meninggal dunia dan enam orang mengalami luka-luka akibat peristiwa kebakaran.
Luas keseluruhan area yang terdampak kebakaran mencapai 12.406 meter persegi. Sementara total kerugian material ditaksir Rp10.396.300.000.
Adapun jumlah kejadian kebakaran pada 2026 hingga Agustus ini telah melampaui catatan beberapa tahun sebelumnya jika dibandingkan periode tahunan dalam data Damkar Makassar. Data pembanding mencatat 138 kejadian pada 2021, 151 kejadian pada 2022, 395 kejadian pada 2023, 303 kejadian pada 2024, dan 258 kejadian pada 2025.
Meski angka 181 kejadian belum mencakup keseluruhan 2026, tingginya kasus dalam delapan bulan pertama menjadi perhatian, khususnya karena kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyebabkan korban jiwa dan berdampak terhadap ratusan keluarga.
Data itu sekaligus menjadi gambaran penting bagi upaya pencegahan kebakaran di Makassar. Edukasi mengenai penggunaan listrik, kompor dan tabung gas, hingga kewaspadaan terhadap pembakaran sampah dan area yang mudah terbakar perlu terus diperkuat.






Komentar (0)