REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cedera anterior cruciate ligament (ACL) merupakan salah satu cedera lutut yang kerap dialami orang yang aktif berolahraga. Selain atlet profesional, cedera ini juga dapat dialami pegiat olahraga rekreasional, terutama ketika melakukan gerakan berputar atau perubahan arah secara tiba-tiba.
Perkembangan teknologi penanganan cedera ACL kini menghadirkan pilihan lain dalam rekonstruksi ligamen, yakni penggunaan artificial ligament atau ligamen buatan. Berbeda dengan rekonstruksi konvensional yang menggunakan jaringan tubuh pasien atau donor sebagai cangkok (graft), metode ini menggunakan material sintetik untuk menggantikan ligamen yang mengalami kerusakan.
Baca Juga
Usus Sehat Bikin Anak Jarang Sakit, Sudah Kenal Sama Kombinasi Sinbiotik?
Bermotif Sakit Hati, Mahasiswi di Surakarta Jadi Korban ‘Revenge Porn’ Berbasis AI
Kemenkes Ubah Akreditasi Rumah Sakit Berbasis Tingkat Kesembuhan Pasien
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury, dr. Christian Silas, Sp.OT (K), AIFO-K, menjelaskan artificial ligament merupakan ligamen buatan berbahan sintetik dari polietilen khusus yang dirancang untuk memiliki kekuatan mekanik menyerupai ligamen asli. "Artificial ligament dapat menjadi salah satu pilihan pada kondisi tertentu, terutama ketika pasien membutuhkan pemulihan yang lebih cepat, kondisi jaringan tubuh kurang memadai, atau pada operasi revisi," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah, saat ditemui Selasa (11/8/2026), dalam temu media di Jakarta.
Pada rekonstruksi ACL konvensional, dokter biasanya mengambil jaringan dari tubuh pasien sendiri atau menggunakan jaringan donor. Jaringan tersebut kemudian ditempatkan pada posisi anatomis ACL yang mengalami cedera melalui prosedur artroskopi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Jaringan yang digunakan sebagai graft dapat berasal dari sejumlah bagian tubuh, antara lain tendon quadriceps, hamstring, tendon patella, maupun tendon ankle. Pengambilan jaringan tersebut membuat pasien memiliki area tambahan yang perlu menjalani proses pemulihan.
Sementara pada penggunaan artificial ligament, proses pengambilan jaringan dari tubuh pasien tidak diperlukan. Hal tersebut membuat tindakan dapat dilakukan lebih singkat sekaligus menghindari nyeri dan kelemahan sementara pada area yang menjadi sumber graft.
"Karena tidak ada proses pengambilan jaringan dari tubuh pasien, waktu tindakan dapat lebih singkat, sekitar 30 hingga 60 menit," kata dr Silas.
Komentar (0)