Bertemu Toyota, Mendag Busan Minta Industri Otomotif Maksimalkan Perjanjian Dagang

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha di sektor otomotif untuk terus meningkatkan ekspor dan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia bersama negara-negara mitra. Hal itu disampaikann ya saat bertemu dengan perwakilan pabrikan Toyota.

Menurut Busan, sapaan akrab Budi, perjanjian-perjanjian dagang tersebut merupakan modal penting untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang baru bagi produk-produk Indonesia di kancah global.

Baca Juga :
Terpopuler: Toyota Siapkan EV Jarak Jauh, Zeekr Terbakar di SPKLU, hingga Penjualan Motor Melonjak
Toyota Rancang Mobil Listriknya Bisa Dipakai Jarak Jauh

"Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam pertemuan dengan perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (11/8), Busan mengatakan, perjanjian dagang Indonesia dengan negara-negara mitra juga berperan memperkuat akses di pasar-pasar tujuan ekspor utama, salah satunya, kawasan Teluk.

Pemerintah terus mengupayakan penyelesaian kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) yang ditargetkan selesai tahun ini.

Pertemuan ini menjadi ajang dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk membahas perkembangan ekspor otomotif, peluang perluasan pasar, serta menyerap berbagai masukan dan hambatan yang dihadapi pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor.

"Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat," kata Budi.

Dalam diskusi, perusahaan otomotif tersebut menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan ekspor otomotif Indonesia, termasuk peluang pengembangan pasar di kawasan Amerika Latin. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar bagi pengembangan ekspor otomotif Indonesia.

Namun, akses ke pasar Meksiko masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Menanggapi hal ini, Busan mendorong untuk mengoptimalkan pasar-pasar yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, termasuk Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang sudah diimplementasikan.

Baca Juga :
Industri Hewan Kesayangan Makin Tumbuh Pesat di Tanah Air, Edukasi Kesehatan Dinilai Mendesak
Kemendag: Potensi Penjualan Mainan Indonesia di Korsel Tembus Rp 17 Miliar
GAPKI Ungkap Kunci Utama Jaga Posisi RI Pimpin Sawit Dunia

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Periksa 12 Saksi Terkait Kasus Korupsi MBG
• 21 jam lalu
0
thumb
Soal Isu Reshuffle, Bahlil Sebut Hak Prerogatif Presidan dan Purbaya Pilih Fokus ke APBN
• 20 jam lalu
0
thumb
Link Nonton Deportivo A Coruna vs Real Madrid Dini Hari Ini
• 37 menit lalu
0
thumb
Ricuh! Massa Tuntut Pelibatan Pengusaha Lokal, Terjadi Saling Dorong dengan Polisi | BERUT
• 16 jam lalu
0
thumb
Merawat Meritokrasi di Tengah Rumor Pergantian Kapolri
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.