Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, Kyiv telah menyerahkan proposal kepada Amerika Serikat (AS) terkait rencana untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Dalam pidato video hariannya pada Selasa, 11 Agustus 2026, Zelensky mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada negosiator AS di tengah upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai yang sebagian besar terhenti sejak pecahnya konflik Iran.
Baca Juga :
Aksi Saling Serang Rusia-Ukraina Berlanjut, Tujuh Orang Tewas 21 TerlukaIa juga meminta Washington memperkuat pertahanan Ukraina, terutama sistem pertahanan udara, serta meningkatkan tekanan terhadap Rusia agar Moskow memilih mengakhiri perang daripada memperpanjangnya. Zelensky tidak mengungkap rincian proposal tersebut.
Negosiator Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner terakhir mengunjungi Moskow pada Januari dan hingga kini belum melakukan kunjungan ke Kyiv. Rusia dan Ukraina sebelumnya sama-sama mengisyaratkan bahwa negosiator Amerika akan kembali mengunjungi kedua negara.
Ukraina telah berulang kali menyerukan gencatan senjata setelah hampir 4,5 tahun perang. Rusia juga mengatakan menginginkan penyelesaian, tetapi menuntut Ukraina menyerahkan empat wilayah yang diklaim Moskow serta menyelesaikan apa yang disebutnya sebagai "akar masalah" konflik.
Dalam pernyataan yang sama, Zelensky menuduh Rusia sedang mempersiapkan mobilisasi baru setelah pemilihan parlemen pada September. Ia mengklaim intelijen Ukraina memiliki bukti bahwa Moskow berencana menggunakan pemilu tersebut sebagai alasan untuk mengerahkan ratusan ribu personel tambahan hingga akhir tahun.
"Mereka sedang mempersiapkan mobilisasi pada musim gugur, segera setelah pemilihan parlemen," ujar Zelensky.
Pejabat Rusia sebelumnya menolak membahas kemungkinan mobilisasi baru. Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga mengatakan pada bulan lalu bahwa Moskow tidak membutuhkan mobilisasi tambahan karena sekitar 200.000 sukarelawan telah menandatangani kontrak militer pada paruh pertama 2026.





Komentar (0)