BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Hari Ini

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (12/8/2026).

Prakiraan tersebut dipengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Miftah Ali prakirawan BMKG menjelaskan, terdapat sejumlah daerah konvergensi atau pertemuan angin yang memanjang di beberapa kawasan Indonesia.

Daerah konvergensi tersebut antara lain berada di pesisir barat Sumatera Utara, Riau, Samudra Hindia selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara hingga Sabah, Laut Sulu, Selat Makassar, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, Papua, serta perairan barat dan selatan Papua Selatan.

Menurut BMKG, keberadaan daerah konvergensi dan konfluensi dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilaluinya.

Dampaknya, sejumlah kota besar berpeluang mengalami hujan ringan. Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan antara lain Medan, Padang, Tanjung Selor, Ambon, dan Jayapura.

Sementara itu, sejumlah kota besar lainnya diprakirakan berada dalam kondisi berawan. Wilayah tersebut meliputi Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Manado, Ternate, Manokwari, Nabire, dan Merauke.

Dilansir dari Antara, BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu relatif singkat, terutama di wilayah yang berada di sekitar daerah konvergensi.

Di sisi lain, kondisi iklim di sejumlah wilayah Indonesia juga dipengaruhi fenomena iklim global. BMKG sebelumnya melaporkan fenomena El Nino berstatus kuat turut menyebabkan kondisi Sumatera Selatan semakin kering.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga periode puncak musim kemarau pada Agustus–September 2026.

Menurut Wandayantolis, kondisi iklim di Sumatera Selatan saat ini turut dipengaruhi El Nino yang berpotensi berkembang menjadi kategori sangat kuat.

Selain El Nino, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat. Kondisi tersebut turut memengaruhi pola cuaca di Sumatera, terutama dengan berkurangnya pasokan uap air yang mendukung pembentukan hujan.

Akibat kombinasi faktor tersebut, kondisi kering di Sumatera Selatan telah terasa sejak Juni, berlanjut pada Juli, hingga awal Agustus 2026. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mencekam! Bentrok Suporter Pecah di Pasuruan, Mobil Polisi Dibakar dan Digulingkan
• 22 jam lalu
0
thumb
Polisi Cari Jejak di Balik 30 Item Senjata di Sekolah Jaksel
• 23 jam lalu
0
thumb
Buntut Amuk Massa di Ilaga, Polisi Kerahkan Puluhan Personel Antisipasi Gangguan Keamanan
• 13 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Pertanyakan Dakwaan Jaksa soal Gus Yaqut Terima Uang Ratusan Ribu Dolar AS
• 21 jam lalu
0
thumb
Buang Sampah ke Jalan, Perusahaan Ini Didenda Pemprov DKI
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.