PBB: Tepi Barat di Tubir Ledakan Besar

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, menyampaikan peringatan soal potensi ledakan konflik menyusul aksi brutal tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat belakangan. Serangan-serangan itu terang-terangan dilakukan di wilayah yang diakui komunitas internasional sebagai wilayah Palestina.

Dalam pidatonya pada Selasa waktu setempat di hadapan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai Timur Tengah, termasuk isu Palestina, Alakbarov menyatakan bahwa hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 76 warga Palestina syahid di Tepi Barat sepanjang tahun 2026, termasuk 18 anak di bawah umur.

Baca Juga
  • Serangan Israel Terhadap Masjid di Tepi Barat Capai Rekor Tertinggi
  • Serangan Teroris Yahudi di Tepi Barat Berlanjut
  • Begini Gambaran Brutalnya Teroris Yahudi di Tepi Barat

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026 saja, 3.800 warga Palestina—yang hampir separuhnya adalah anak-anak—telah kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan oleh pemukim, pembongkaran bangunan, dan penggusuran.

"Kekerasan oleh pemukim telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," tegasnya, seraya mencatat bahwa PBB telah mendokumentasikan lebih dari 1.430 insiden tahun ini yang berdampak pada sekitar 260 komunitas Palestina.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Polanya jelas," ujarnya: warga Palestina dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di berbagai wilayah Tepi Barat sebelum para pemukim mengambil alih lahan yang telah dikosongkan tersebut. Ia mencatat bahwa serangan oleh pemukim Israel, yang sebelumnya terkonsentrasi di Area C, kini semakin sering dilaporkan terjadi di Area B dan bahkan Area A.

DK PBB menggelar sidang ini—sidang kedua dalam kurun waktu dua minggu di tengah meningkatnya kekerasan yang berdampak pada warga Palestina di Tepi Barat—atas permintaan anggota Dewan dari Eropa, yang didukung oleh Bahrain, China, Pakistan, dan Federasi Rusia.

Kerabat warga Palestina yang syahid dalam bentrokan dengan pemukim Israel mengusung jenazah di kota Nablus, Tepi Barat, pada 24 Juli 2026. - (EPA/ALAA BADARNEH )

Sementara itu, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, Hannan Sulieman, menceritakan kisah seorang nenek di Tepi Barat yang merasa takut untuk keluar rumah setelah sebuah granat dilemparkan ke dapur rumahnya saat cucu-cucunya berada di dalam.

"Ruang-ruang mendasar bagi masa kanak-kanak—rumah, ruang kelas, jalanan, dan lingkungan masyarakat—kian menjadi tempat yang tidak aman," ia memperingatkan.

Antara Januari 2024 dan Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur—"lebih dari satu anak setiap minggunya," ujarnya sebagai gambaran situasi.

Lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, dengan hampir separuhnya terluka akibat peluru tajam. Dalam periode yang sama, 3 anak Israel tewas dan 15 lainnya terluka.

Warga Palestina melawan pemukim Israel saat terjadi serangan malam hari di desa Sinjil, Tepi Barat pada dini hari tanggal 17 Juli 2026. - (EPA/ATEF SAFADI)

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa 355 anak Palestina dari Tepi Barat sedang ditahan dalam tahanan militer Israel—"jumlah tertinggi dalam delapan tahun terakhir." Ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melindungi anak-anak, mengakhiri pengungsian paksa keluarga-keluarga Palestina, melindungi akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta menjamin keamanan operasi kemanusiaan.

"Anak-anak di Tepi Barat memiliki hak yang sama dengan anak-anak di mana pun," ujarnya, seraya menambahkan: "Hak untuk hidup, belajar, dilindungi, dan membayangkan masa depan yang bebas dari kekerasan dan ketakutan."

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar, Gus Yaqut: Orang Lain yang Terima Uang!
• 8 jam lalu
0
thumb
Karhutla Meluas di Palangka Raya, Penderita ISPA Meningkat akibat Kabut Asap
• 11 jam lalu
0
thumb
Pakistan: AS-Iran Makin Dekat Kesepakatan Terkait Selat Hormuz
• 27 menit lalu
0
thumb
Wuling Aira ev Laku Keras, SPK 2.238 Unit di GIIAS 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Terjadi Dekat Bandara Paris, Dua Landasan Pacu Terpaksa Ditutup
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.