Emiten RI Ini Mau Caplok 1 Pabrik Gula Jumbo dan Bangun 2 Pabrik Baru

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen gula, PT Aman Agrindo Tbk (GULA) saat ini tengah menjalankan tiga proyek strategis yang diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ini. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional.

Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk Andreas Utomo menjelaskan, saat ini Perseroan tengah menjalankan tiga proyek strategis yang menjadi pendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Proyek pertama berada di Pandeglang, Banten, melalui pembangunan pabrik gula baru yang ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas giling 500 ton tebu per hari dan akan didukung pengembangan perkebunan melalui pola inti dan plasma dengan target awal 1.250 hektare, serta potensi pengembangan hingga 15.000 hektare.


Baca: BNBR Kena Notasi Khusus G, OJK Buka Suara

Lalu di Sragen, Jawa Tengah, Perseroan tengah menyiapkan akuisisi pabrik gula merah yang telah beroperasi dengan kapasitas giling 1.000 ton tebu per hari. Pabrik tersebut memperoleh pasokan bahan baku sepenuhnya dari petani tebu melalui pola plasma, dengan nilai transaksi akuisisi diperkirakan mencapai sekitar Rp350 miliar.

Sementara itu, di Riau, Perseroan mengembangkan fasilitas pengolahan raw sugar menjadi gula kristal putih berkapasitas 600 ton per hari yang didukung potensi pengembangan perkebunan tebu seluas 5.140 hektare.

"Ketiga proyek ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat kapasitas produksi secara bertahap sekaligus membangun ekosistem gula yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," ujar Andreas, seperti dikutip Selasa (11/8/2026).

Dalam mendukung ekspansi tersebut, Perseroan memanfaatkan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang dilakukan pada Agustus 2022. Sebagian besar dana telah dialokasikan sesuai rencana untuk pembangunan pabrik beserta fasilitas pendukung serta pembayaran uang muka pembelian instalasi mesin. Hingga 30 Juni 2026, realisasi penggunaan dana mencapai sekitar Rp49,13 miliar atau sekitar 98 persen dari total dana hasil penawaran umum bersih sebesar Rp50,34 miliar.

Sementara sisa dana sekitar Rp1,22 miliar masih ditempatkan pada instrumen perbankan dan akan digunakan sesuai rencana Perseroan. Andreas menegaskan, pemanfaatan dana IPO merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Kami berkomitmen menjalankan seluruh rencana penggunaan dana secara transparan dan tepat sasaran agar dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan maupun pemegang saham," tutup Andreas.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tepis Isu Mundur Karena Sakit, Pratikno Menko PMK Pimpin Rapat Penanggulangan Karhutla di Bromo
• 15 jam lalu
0
thumb
Gowes 1.700 Km Demi Orangutan Tapanuli, Lima Jurnalis Komunitas Chemonk Tempuh Ekspedisi Hutan Merdeka Menuju Sumatera Utara
• 22 jam lalu
0
thumb
Polisi Korsel Tangkap 2 Eks Tentara Tiongkok yang Diduga Intai Komunikasi Militer
• 19 jam lalu
0
thumb
Sepakbola Indonesia Kembali Bergairah, Suporter Away Kembali Boleh Hadir di Super League 2026/2027
• 22 jam lalu
0
thumb
Traveloka Buka Lowongan Kerja Terbaru Agustus 2026, Ini Daftar Peluang Kariernya
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.