jpnn.com, PALU - Masyarakat Sulawesi Tengah kini bisa membayar pajak kendaraan bermotor dan berbelanja di mal cukup dengan menempelkan gawai pintar lewat teknologi QRIS Tap berbasis NFC.
Langkah digitalisasi ini diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama pemerintah daerah setempat guna mempercepat transaksi non-tunai yang lebih responsif
BACA JUGA: Perry Undurkan Diri, Destry Damayanti Jadi Pjs Gubernur Bank Indonesia
"Program ini lahir untuk memudahkan transaksi saat berbelanja di mal dan pembayaran pajak kendaraan bermotor tanpa harus transaksi tunai," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulteng Irfan Sukarna di sela kegiatan Posalia Sulteng atau pesta rakyat berlangsung, di Palu, Selasa.
Ia menjelaskan program itu merupakan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) setempat dalam mempercepat digitalisasi layanan publik, maupun menghadirkan transaksi non-tunai berbasis Near Field Communication (NFC) yang jauh lebih mudah dan lebih cepat.
BACA JUGA: Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 5,75%
Di Grand Mall sebagai pusat perbelanjaan modern di ibu kota Sulteng nantinya para tenan difasilitasi sistem digital oleh BI sebagai bagian dari percepatan akselerasi digitalisasi keuangan.
Manfaat layanan itu mengurangi antrean panjang, dengan layanan kilat dan efisien di gerai pelayanan publik atau pusat perbelanjaan membantu memangkas waktu tunggu masyarakat.
BACA JUGA: Rupiah Tembus Rp 18.000, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar
"Program itu juga bagian dari upaya membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat taat pajak, sehingga pelayanan publik berjalan lebih optimal," ujarnya.
Ia mengemukakan perluasan akselerasi sistem digital terus dipacu di Sulteng, yang mana program itu sebelumnya telah ditetapkan pada sektor transportasi di Bus Trans Donggala dan Bus Trans Palu.
Ke depan Bank Indonesia menyasar pasar tradisional di Kota Palu maupun area Pelabuhan di Kabupaten Banggai untuk penggunaan QRIS Tap, termasuk pelaku-pelaku UMKM.
"Langkah kami lakukan lewat berbagai inovasi membantu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, supaya antara sektor rill dan pembayaran sistem digital semakin menguatkan kebutuhan ekonomi di Sulteng, tidak hanya lewat pegolahan pertambangan tetapi juga lewat ekonomi lain di tingkat akar rumput," kata Irfan pula.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)