Jakarta: Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara inklusif. Menurutnya, teknologi AI tidak boleh hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga harus memberikan dampak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau menurut saya kata kuncinya adalah saya ingin menebalkan kata inklusivitas. Jadi AI itu harus inklusif dan tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar,” kata Tiar dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga :
Mensesneg Tegaskan Pemadaman Kebakaran di Bromo Sesuai Instruksi Presiden
Ia menilai perkembangan AI harus turut memberikan manfaat bagi perusahaan-perusahaan berskala lebih kecil, termasuk UMKM. Dengan demikian, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi dunia usaha.
“AI itu harus juga berdampak untuk perusahaan-perusahaan yang lebih kecil yang kita sebut sebagai UMKM. Jadi kata kuncinya adalah AI jangan sampai mempertebal gap yang terjadi, tapi AI justru harus menipiskan gap yang terjadi antara perusahaan besar dan UMKM,” kata Tiar.
Di sisi lain, Tiar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengejar kebutuhan talenta digital dan siber nasional. Ia menyebut pemerintah memiliki target besar dalam pengembangan talenta digital yang membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Kecerdasan buatan. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
“Kami paham dan kami tahu betul bahwa kita memiliki target tadi sudah disampaikan Pak Wamen, sembilan juta kurang lebih dengan pencapaian 30 persen,” kata Tiar.
Menurutnya, pencapaian target tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan talenta digital dan siber dapat terpenuhi.
“Jadi memang kolaborasi itu adalah kata kunci yang penting untuk mencapai target dari pemerintah sekarang,” ucap Tiar.




Komentar (0)