PEREIRA, KOMPAS.TV - Operasi pencarian dan penyelamatan kembali digelar di sejumlah wilayah di bagian barat Kolombia setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut.
Hingga Selasa (11/8/2026), lebih dari 3.000 orang masih dilaporkan hilang dan diduga berada di bawah reruntuhan bangunan yang terdampak gempa.
Tim penyelamat bersama tentara, petugas SAR, dan warga terus menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang masih mungkin ditemukan hidup.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia juga terus bertambah.
Baca Juga: Gempa Kolombia: Seluruh Kekuatan Dikerahkan untuk Pencarian Korban Gempa
Pemerintah daerah di sejumlah wilayah melaporkan sedikitnya 179 orang tewas akibat gempa tersebut.
Namun, pemerintah federal Kolombia masih mencatat sedikitnya 111 orang meninggal dunia berdasarkan pembaruan terakhir yang dikeluarkan beberapa jam setelah gempa terjadi.
Perbedaan data tersebut menunjukkan proses pendataan dan identifikasi korban masih berlangsung.
Gempa Kolombia juga menyebabkan kerusakan besar pada bangunan di sejumlah wilayah.
Sekitar 1.600 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan atau runtuh akibat guncangan gempa.
Di Pereira, pemerintah kota melaporkan sedikitnya 58 bangunan runtuh. Sementara di Cali, sedikitnya 40 bangunan dilaporkan roboh.
Besarnya kerusakan membuat proses pencarian korban menjadi semakin sulit.
Baca Juga: Gempa yang Terjadi di Kolombia Merupakan yang Terkuat di Negara Itu pada Abad ke-21
Petugas harus bekerja di antara tumpukan beton dan puing bangunan yang berpotensi membahayakan.
Tentara, petugas penyelamat, dan warga bahkan terlihat memindahkan potongan beton secara manual melalui barisan relawan untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi tempat korban terjebak.
Keluarga Masih Menunggu Kabar KerabatDi tengah operasi pencarian, keluarga korban terus mendatangi lokasi reruntuhan untuk mencari kerabat mereka.
Jairo Vargas merupakan salah satu warga yang datang ke Pereira setelah menempuh perjalanan sekitar 220 kilometer dari Medellin.
Ia datang dengan harapan dapat menemukan saudara laki-lakinya yang diyakini berada di dalam reruntuhan sebuah apartemen.
Mobil milik saudaranya masih berada di sekitar lokasi bangunan yang runtuh.
Vargas mengatakan dirinya yakin saudaranya berada di dalam bangunan tersebut.
Baca Juga: Gempa Besar Kolombia, Sejumlah Negara Nyatakan Kesiapan untuk Kirim Bantuan
“Puing-puing yang mengelilingi saudara saya lunak. Mungkin itu melindunginya, tetapi kami tidak mendengar suara apa pun lagi. Saya tidak tahu. Saya hampir putus asa," katanya dikutip dari Associated Press.
Keluarga korban kini hanya bisa menunggu proses pencarian yang dilakukan petugas dan alat berat.
Sementara itu, wilayah Chocó menjadi salah satu daerah yang paling mendapat perhatian dalam operasi pencarian.
Wilayah tersebut berada di sekitar episentrum gempa dan merupakan salah satu kawasan paling miskin serta kurang terjangkau di Kolombia.
Akses menuju sejumlah wilayah di Chocó juga sangat sulit.
Beberapa daerah hanya dapat dijangkau menggunakan perahu, melewati kawasan hutan, atau dengan pesawat.
Kondisi tersebut membuat pemerintah belum mendapatkan gambaran utuh mengenai skala kerusakan dan jumlah korban di wilayah tersebut.
Presiden Kolombia Abelardo De la Espriella telah datang ke Quibdo, ibu kota Chocó, dan memerintahkan pengerahan aparat militer serta kepolisian.
Baca Juga: Gempa 7,4 M Tewaskan 132 Orang di Kolombia, Kemlu Pastikan Semua WNI Kondisi Aman
Pemerintah juga mengerahkan insinyur, petugas penyelamat, serta anjing pelacak untuk membantu pencarian korban.
Bencana tersebut menjadi ujian besar pertama bagi De la Espriella yang baru dilantik sebagai Presiden Kolombia beberapa hari sebelum gempa terjadi.
De la Espriella menghadapi tekanan untuk memastikan pemerintah dapat merespons bencana dengan cepat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi persoalan kemiskinan, keterisolasian, dan konflik kelompok bersenjata.
Dalam kunjungannya ke Chocó, De la Espriella mengatakan pemerintah akan mengerahkan seluruh kekuatan militer dan kepolisian untuk menangani dampak gempa.
Ia juga berjanji Chocó tidak akan kembali menjadi wilayah yang terlupakan.
Bantuan internasional pun mulai berdatangan untuk membantu Kolombia menangani dampak gempa.
Amerika Serikat mengumumkan bantuan senilai 15,5 juta dolar AS (Rp276 miliar) untuk menyediakan tempat tinggal darurat, makanan, dan kebutuhan bantuan lainnya.
Sejumlah negara di kawasan Amerika Latin juga menyatakan kesiapan membantu Colombia dalam penanganan bencana.
Baca Juga: Gempa 7,4 M Guncang Kolombia: Setidaknya 132 Orang Tewas, Episentrum di Daratan
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- gempa Kolombia
- Kolombia
- Gempa
- korban gempa Kolombia
- gempa Amerika Selatan






Komentar (0)