Kemensos Petakan Stimulus untuk Warga Terdampak El Nino, Bansos Tambahan Masih Dikaji

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Para warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tengah mengantre untuk mendapatkan air bersih. (Sumber: ANTARA/Ali Khumaini)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Sosial (Kemensos) masih memetakan skema stimulus ekonomi dan bantuan tambahan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino di sejumlah daerah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan tim Kemensos telah diterjunkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan untuk melakukan asesmen sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Hadapi Dampak El Nino 2026, Menkeu Purbaya: Presiden Sudah Perintahkan

"Di daerah-daerah tertentu sesuai hasil asesmen, sekarang kan lagi diproses ini di beberapa daerah yang memang sudah ada kekeringan. Ada tim yang datang ke sana dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta kementerian lain untuk membantu," kata Saifullah di Jakarta, Selasa (11/8/2026), dikutip dari Antara.

Bentuk Stimulus Masih Menunggu Hasil Asesmen

Saifullah mengatakan pemerintah belum menetapkan bentuk stimulus yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak.

Ketika ditanya apakah penguatan ekonomi tersebut akan disalurkan dalam bentuk bantuan sosial atau skema lainnya, ia menyebut keputusan akan disesuaikan dengan hasil kajian kebutuhan di masing-masing wilayah.

Dengan demikian, belum ada keputusan bahwa stimulus tersebut akan diberikan dalam bentuk bansos tambahan. Pemerintah masih menunggu hasil pemetaan untuk menentukan intervensi yang paling sesuai.

Meski demikian, Saifullah memastikan pemerintah siap memberikan dukungan tambahan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat.

Kelompok yang menjadi perhatian khusus adalah masyarakat miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang berada pada Desil 1-2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"(Tambahan) ya sesuai dengan program yang ada, nanti kita lihat hasil asesmennya. Tentu akan ada tambahan-tambahan memang jika dibutuhkan," ujarnya.

Baca Juga: Bansos PKH, BPNT dan Sembako Triwulan III 2026 Sudah Disalurkan, Begini Cara Cek Penerimanya

PKH dan Bantuan Pangan Tetap Berjalan

Di tengah proses pemetaan stimulus tersebut, Kemensos memastikan program perlindungan sosial reguler tetap berjalan sesuai jadwal.

Program yang dimaksud antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau bantuan sembako yang disalurkan secara triwulanan.

Program reguler tersebut menyasar sekitar 18,3 juta keluarga dan tetap disalurkan sesuai periode yang telah ditetapkan.

Adapun bantuan tambahan akibat dampak kekeringan akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen di daerah terdampak.

Selain memetakan stimulus ekonomi, Kemensos telah melakukan penanganan kedaruratan di sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

Melalui jaringan sentra sosial di daerah, Kemensos menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan. 

Salah satu bentuk intervensinya adalah mengirimkan armada tangki air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.

Baca Juga: BMKG Siapkan Langkah Hadapi El Nino 2026, Informasi Iklim Jadi Dasar Mitigasi

Wilayah Jawa, sebagian besar Sumatera, dan Nusa Tenggara menjadi perhatian karena mengalami kondisi yang rentan terhadap kekeringan.

Saifullah mencontohkan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai salah satu daerah yang secara historis rutin mendapat intervensi pengiriman air bersih dari Kemensos ketika musim kemarau.

"Kementerian Sosial lewat sentra-sentra kita dan Dirjen Pemberdayaan memberikan bantuan sesuai kebutuhan di daerah yang terjadi kekeringan, seperti bantuan tangki air dan bantuan lain sesuai kapasitas Kemensos," katanya.

Langkah Kemensos tersebut dilakukan di tengah meningkatnya risiko kekeringan akibat fenomena El Nino.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. 

BMKG juga memperkirakan musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan lebih kering, dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekurangan air dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Karena itu, selain menyiapkan stimulus yang masih dalam tahap pemetaan, Kemensos menjalankan bantuan kedaruratan sesuai kebutuhan lapangan, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan tetap terpenuhi. 

Baca Juga: Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan, El Nino Kuat dan IOD Positif Bikin Indonesia Makin Kering

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • Kemensos
  • stimulus El Nino
  • bantuan El Nino
  • kekeringan 2026
  • El Nino 2026
  • bansos
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Batu Dipakai Ganjal Pintu, Ternyata Harta Karun Rp 20 Miliar
• 7 jam lalu
0
thumb
Megawati Lantik Pinka Pimpin Taruna Merah Putih, Minta TMP Rangkul Generasi Muda
• 2 jam lalu
0
thumb
Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini
• 2 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Gempa M 7,4 di Kolombia Jadi 111 Orang, Ribuan Rumah Rusak
• 18 jam lalu
0
thumb
Terungkap Sabu Dikirim via Pesawat TNI, Puspenerbal: Pengawasan Berhasil
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.