YouTube Ubah Aturan Monetisasi, Kreator Baru Harus Kejar 8.000 Jam Tayang atau 20 Juta Views

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi aplikasi YouTube. (Sumber: AP Photo/Patrick Semansky)

JAKARTA, KOMPAS.TV - YouTube mengubah aturan monetisasi bagi kreator baru yang ingin memperoleh bagi hasil pendapatan iklan dan YouTube Premium.

Mulai 1 Februari 2027, kreator harus memenuhi salah satu dari dua syarat, yakni mengumpulkan 8.000 jam tayang dalam 365 hari atau 20 juta qualified Shorts views dalam 90 hari.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari pembaruan YouTube Partner Program (YPP) yang diumumkan YouTube pada Senin (10/8/2026).

Aturan baru ini tidak mengubah seluruh jalur monetisasi karena persyaratan untuk "Fan Funding" dan "Shopping" tetap berlaku seperti sebelumnya.

Baca Juga: YouTuber Bigmo Akan Diperiksa Polisi soal Promosi Vape Libatkan Anak Siang Ini

Ambang Monetisasi Naik untuk Kreator Baru

YouTube menaikkan ambang bagi kreator yang baru mengajukan YPP untuk memperoleh bagi hasil iklan dan YouTube Premium. Sementara bagi kreator yang sudah berada dalam YPP, perubahan tersebut tidak berlaku terhadap status keanggotaan mereka.

YouTube juga mengubah aturan khusus monetisasi Shorts. Mulai 1 Februari 2027, kreator harus mencapai 10 juta qualified Shorts views dalam 90 hari untuk memperoleh bagi hasil pendapatan iklan dan langganan Shorts.

Poin Perubahan Monetisasi YouTube:

  • Kreator baru membutuhkan 8.000 jam tayang dalam 365 hari atau 20 juta qualified Shorts views dalam 90 hari untuk bagi hasil iklan dan YouTube Premium.
  • Syarat masuk YPP untuk Fan Funding dan Shopping tidak berubah.
  • Mulai 1 Februari 2027, bagi hasil iklan dan langganan Shorts mensyaratkan 10 juta qualified Shorts views dalam 90 hari.
  • Channel yang sudah berada di YPP tetapi belum mencapai 10 juta qualified Shorts views tetap berada di YPP dan masih dapat memperoleh pendapatan dari video panjang.
  • YouTube menyiapkan insentif melalui YouTube Shopping, brand deals, dan pengembangan tren.
  • Premium Lite diperluas ke seluruh negara yang menyediakan YouTube Premium.
  • Ketentuan baru mulai berlaku 1 Februari 2027.

Baca Juga: Kasus Promosi Vape Bigmo Libatkan Anak-Anak, Komdigi Panggil YouTube

Kreator Shorts Tak Langsung Keluar YPP

Ambang 10 juta qualified Shorts views dalam 90 hari berlaku untuk memperoleh bagi hasil pendapatan iklan dan langganan dari Shorts. Namun, kreator yang sudah berada di YPP tidak otomatis kehilangan statusnya ketika jumlah views mereka berada di bawah angka tersebut.

YouTube menyatakan channel tersebut tetap berada dalam YPP dan masih dapat memperoleh pendapatan dari video panjang. Bagi hasil Shorts akan kembali ketika channel mencapai 10 juta qualified Shorts views dalam periode 90 hari.

"Kreator yang sudah memperoleh pendapatan signifikan dari Shorts kemungkinan tidak akan terdampak oleh perubahan ini," kata YouTube dalam pengumumannya.

Bagi channel yang belum mencapai ambang tersebut, YouTube juga menyiapkan skema pendapatan lain melalui program insentif.

YouTube Buka Jalur Pendapatan Lain

YouTube akan memperluas peluang pendapatan melalui YouTube Shopping, insentif untuk kesepakatan dengan merek, serta program bagi kreator yang memulai dan mengembangkan tren di platform.

"Kami memperluas peluang pendapatan bagi kreator untuk menghargai pertumbuhan, keterlibatan, dan lainnya dengan memperkenalkan program insentif baru, bukan hanya mengandalkan pendapatan iklan," kata YouTube.

YouTube belum merinci besaran maupun mekanisme masing-masing program insentif tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari perubahan model monetisasi YPP yang tidak hanya bertumpu pada pendapatan iklan.

 

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • YouTube
  • YouTube Partner Program
  • YPP
  • monetisasi YouTube
  • YouTube Shorts
  • kreator YouTube
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antisipasi kebakaran, Pemkot Jakbar bangun pos Damkar-hidran mandiri
• 20 jam lalu
0
thumb
Banten Kaji Cabut Moratorium Tambang, Alasannya Terkait PAD Pajak MBLB
• 13 jam lalu
0
thumb
Sebut Trump Telah Kalah, Senator AS Desak Kesepakatan Akhiri Perang Iran
• 23 jam lalu
0
thumb
Gus Yahya Tegaskan Muktamar ke-35 NU Fokus Bahas Program dan Penyegaran Kepemimpinan Lima Tahun
• 1 jam lalu
0
thumb
Polusi Jakarta Disorot Saat AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.