Bahlil sebut Harga BBM Non-Subsidi Turun Ikuti Penurunan Harga Minyak Dunia

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax akan turun sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.

Pergerakan harga minyak dunia saat ini masih fluktuatif, mengikuti perkembangan eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Perang di kawasan tersebut pernah menyebabkan harga minyak melambung hingga US$ 118 per barel.

“Ketika harga (minyak dunia) turun, maka harga BBM non-subsidi pun disesuaikan,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa (11/8).

Harga minyak Brent dipatok US$ 87,81 per barel pada pukul 08.40 waktu Singapura atau naik 5% dari sesi sebelumnya. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) stabil di level US$ 82,19 per barel.

Pertamax pernah mengalami kenaikan harga hingga 32,11% pada 10 Juni 2026 atau dua bulan setelah puncak kenaikan harga minyak yang terjadi sejak akhir Maret hingga April. Harganya kala itu melonjak dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. 

Seiring menurunnya gejolak konflik Iran-AS di Timur Tengah, harga Pertamax juga turut terkoreksi. Harga Pertamax turun ke angka Rp 15.950 per liter, berlaku mulai 1 Agustus 2026. 

“(Harga BBM non-subsidi) kalau (harga minyak) turun ya turun, kalau melonjak ya disesuaikan juga untuk dinaikkan,” ujarnya.

Selain BBM non-subsidi, Bahlil juga menyebut pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, pertamina Patra Niaga mengatakan penurunan harga BBM Pertamax ini dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan, penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan mengikuti tren harga rata-rata harga minyak dunia serta beberapa faktor lain. 

“Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Kitty dalam siaran pers, Sabtu (1/8).

Berikut daftar harga BBM Pertamina per 1 Agustus 2026 adalah sebagai berikut: 

  • Pertamax (RON 92) harganya turun dari Rp 16.250/liter menjadi Rp 15.950/liter 
  • Pertamax Turbo harganya turun dari Rp 19.300/liter menjadi Rp 18.300/liter 
  • Pertamax Green harganya 95 turun dari Rp 17.000/liter menjadi Rp 16.600/liter
  • Pertamina Dex harganya tetap Rp 21.150/liter 
  • Dexlite harganya tetap Rp 19.700/liter 
  • Pertalite (subsidi) harganya Rp 10.000/liter 
  • Biosolar (subsidi) harganya Rp 6.800/liter 

Pertamina mengatakan harga di atas berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.

“Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk terus menyediakan energi yang berkualitas, menjaga keandalan pasokan, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Kitty. 

Tak hanya Pertamina, pengelola jaringan stasiun bahan bakar umum (SPBU) swasta, BP-AKR juga menurunkan dua harga BBM mereka. Penurunan harga ini terjadi untuk produk BP 92 dan BP 92 dan BP Ultimate Diesel.

Berikut daftar harga BBM BP-AKR: 

  • BP 92 harganya Rp 16.130/liter, turun dari harga periode sebelumnya Rp 16.670/liter 
  • BP Ultimate harganya Rp 16.760/liter, turun dari periode sebelumnya Rp 17.240/liter 
  • BP Ultimate Diesel Rp 21.910/liter, naik dari sebelumnya Rp 21.340/liter

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Taman-taman di London Alami Kekeringan Imbas Kurangnya Curah Hujan
• 2 jam lalu
0
thumb
Foto: El Nino Buat Sesak Berkabut Asap
• 8 jam lalu
0
thumb
Interdependensi Bank Sentral
• 9 jam lalu
0
thumb
Pramono Bakal Evaluasi Jalur Sepeda di Jakarta
• 4 jam lalu
0
thumb
SIGAMBAR Bergerak! Medan Barat Dipantau, Geng Motor dan Begal Tak Berkutik
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.