HARIAN,FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memperkuat kerja sama dengan media untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran dan keberadaan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Ketua DPD Perbarindo Sulselbar, AM Wahyudi Aman yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPR Alinama, mengatakan penguatan kemitraan media menjadi langkah strategis dalam menyampaikan informasi positif mengenai industri BPR kepada masyarakat.
“Yang pertama, kami ingin memperkuat kerja sama dengan media dalam penyaluran informasi kepada masyarakat terkait industri BPR. Kedua, kami menjajaki peluang kerja sama dengan media, khususnya FAJAR, dalam penyebarluasan informasi mengenai produk-produk BPR,” ujar Wahyudi, usai berkunjung ke Kantor Harian FAJAR, Gedung Graha Pena, Jl Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Selasa, 11 Agustus.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu menyampaikan berbagai informasi positif mengenai perkembangan industri BPR di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Menurutnya, kunjungan ke media, khususnya FAJAR yang merupakan salah satu media terbesar dan tertua di Sulsel, menjadi bagian dari upaya penguatan internal dan eksternal Perbarindo.
“Tujuan utama kami adalah bagaimana memperkuat kemitraan media untuk menyebarluaskan peran BPR bagi perekonomian di Sulsel ke depan. Harapannya, FAJAR menjadi mitra strategis Perbarindo dalam mempublikasikan kegiatan positif dari Perbarindo,” jelasnya.
Saat ini, Perbarindo Sulselbar menaungi 25 BPR, terdiri atas 17 BPR konvensional dan 8 BPR syariah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 BPR berada di Sulawesi Selatan dan 3 BPR berada di Sulawesi Barat.
Wahyudi menyebut masih banyak masyarakat yang perlu diberikan pemahaman bahwa BPR memiliki legalitas dan pengawasan yang sama dengan perbankan lainnya, termasuk terkait jaminan simpanan nasabah.
“Banyak hal yang bisa dikolaborasikan dengan FAJAR untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa BPR merupakan bank yang sama-sama diawasi dan dijamin oleh LPS seperti bank umum. Simpanan nasabah di BPR juga dijamin,” katanya.
Ia menjelaskan, BPR memiliki peran penting karena fokus memberikan pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat di wilayah yang belum banyak terjangkau layanan perbankan besar.
“BPR bertugas masuk ke wilayah pelosok dan pegunungan. Dengan kolaborasi bersama FAJAR, diharapkan masyarakat memahami bahwa bukan hanya bank umum yang bisa melayani, tetapi BPR hadir di sektor paling akar,” ungkapnya.
Terkait jaminan simpanan, Wahyudi menegaskan bahwa dana masyarakat yang ditempatkan di BPR juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sama seperti bank umum.
“Pada dasarnya tidak ada perbedaan dalam hal penjaminan simpanan antara bank umum dan BPR. Perbedaannya hanya pada tingkat bunga penjaminan. Untuk BPR, tingkat bunga penjaminan mencapai 6,25 persen per tahun, sedangkan bank umum 4,25 persen per tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Perbarindo Sulselbar, Andi Ady Akbar, mengatakan kepengurusan baru Perbarindo juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Pengurus baru sangat konsen pada digitalisasi. Kami mengembangkan website dan peningkatan kapasitas SDM. SDM ini harus ditingkatkan kompetensinya seiring perkembangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Harian FAJAR, Faisal Palapa, menyatakan kesiapan FAJAR untuk mendukung langkah Perbarindo dalam memperkenalkan peran BPR kepada masyarakat.
“FAJAR harus mensupport total Perbarindo dari semua platform yang dimiliki. Kita harus memperkenalkan bahwa BPR adalah bank lokal 100 persen,” kata Faisal.
Ia menegaskan, keberadaan BPR memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah karena dana yang dikelola sepenuhnya memberikan manfaat bagi pembangunan lokal.
“Perbarindo membawahi 25 BPR. Kami akan mensupport secara berkesinambungan, mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat dalam rangka literasi keuangan,” ujarnya.
Menurut Faisal, penguatan literasi mengenai BPR penting agar masyarakat memahami bahwa BPR bukan hanya lembaga keuangan alternatif, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan UMKM. (uca)






Komentar (0)