Kemenag Luncurkan Geber Mas 2026 Serentak di 50 Ribu Masjid dan Musala, Ini Tugasnya

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 secara nasional. Acara yang berlangsung secara hybrid, daring dan luring, ini dipusatkan dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta. 

Geber Mas melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia. Gerakan ini bukan sekadar kerja bakti massal, melainkan upaya membangun kesadaran ekologis melalui rumah ibadah.

Kick off Geber Mas dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim. 

Secara daring, giat ini diikuti jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, penyuluh agama, penghulu, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).

BACA JUGA:Baznas dan Kemenag Luncurkan Satu Data ZIS-DSKL, Atasi Data Ganda Penerima Maupun Pembayar Zakat

Menag dalam arahannya menempatkan kebersihan rumah ibadah dalam perspektif yang lebih luas. Ia menyebut masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan. 

Karena itu, menurut Menag, merawat kebersihan masjid sejatinya merupakan upaya menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat.

"Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?" ujarnya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.

BACA JUGA:Cegah Budaya LGBTQ, Kemenag Siapkan Kurikulum Lintas Agama untuk Siswa Kelas 4 SD-SMA

Menag mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Menurutnya, budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat shalat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jamaah.

"Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya," pesannya.

Lebih jauh, Menag mengaitkan Gebermas dengan agenda besar Kementerian Agama dalam membangun rumah ibadah yang berdampak bagi masyarakat. Ia menegaskan masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

Menurut Menag, paradigma lama yang menempatkan umat sebagai pihak yang selalu memberdayakan masjid perlu diubah. "Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat, budaya umat, dan peradaban umat. Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, ke depan masjid yang memberdayakan umat," tegasnya.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, Gebermas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Muharram sekaligus implementasi dua program prioritas Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Orang Utan Masuk Pemukiman Akibat Karhutla Kalimantan, Populasinya Terancam
• 11 jam lalu
0
thumb
Ekosistem Perawatan Hewan Peliharaan di Era Digital Makin Terintegrasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Cek Kesehatan di Amerika, SBY Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR-HUT RI di Istana
• 15 jam lalu
0
thumb
Bumi Dikabarkan Kehilangan Gravitasi Selama 7 Detik pada 12 Agustus 2026, NASA Beri Penjelasan
• 2 jam lalu
0
thumb
Lansia di Tangsel Jadi Korban Penipuan Modus Iming-iming Tebus Aset Rp3 Miliar, Pelaku Ngaku Mantan Tahanan KPK
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.