Pramono Buka Opsi Hapus Jalur Sepeda di Jalan Protokol Jakarta

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi menghapus atau mengubah jalur sepeda di sejumlah jalan protokol Jakarta.

Hal tersebut ia sampaikan saat ditanya mengenai permintaan warga di media sosial untuk menghapus jalur sepeda di sejumlah jalan protokol karena dinilai tidak sering digunakan pesepeda.

"Saya juga mendapatkan banyak masukan tentang hal itu (penghapusan jalur sepeda). Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan membahas secara khusus mengenai fasilitas sepeda yang dimiliki, apakah masih perlu dipertahankan atau diubah," ujar Pramono di Balaikota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kontrakan Tangerang, Penyebab Kematian Diselidiki

Menurut Pramono, hasil pembahasan tersebut akan menentukan apakah fasilitas jalur sepeda yang ada saat ini tetap dipertahankan atau diubah.

"Nanti kami akan putuskan dalam rapat," katanya.

Pramono mengakui bahwa sebagai pegiat sepeda, dirinya perlu mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menentukan kebijakan terkait fasilitas jalur sepeda di Jakarta.

Adapun usulan penghapusan jalur sepeda di jalan protokol Jakarta sebelumnya disampaikan sejumlah warga melalui media sosial Threads.

Salah satu pengguna dengan akun @seahawk.90 mengusulkan agar jalur sepeda di jalan protokol dihapus. Menurut dia, jalur tersebut dinilai jarang digunakan pada hari kerja.

"Pak @pramonoanungw usul pak, jalur sepeda di jalan protokol baiknya dihilangkan. Kami lihat sudah tidak terpakai dan sepeda kebanyakan hanya pada saat CFD. Kalau dihilangkan bisa memperlebar badan jalan dan mengurangi kemacetan pada saat weekdays. @prastowoyustinus izin pak. CMIIW," tulis akun tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Bukan Membunuh, Awalnya Pemutilasi di Depok Hanya Mau Rampas Harta Korban

Usulan itu kemudian menjadi salah satu masukan yang diterima Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menjelang HUT RI, Qodari Imbau Masyarakat Tenang dan Bijak Terima Informasi di Medsos
• 12 jam lalu
0
thumb
Ekspor Makanan Olahan RI Kalah dari Thailand, Kemendag Siapkan Ekosistem
• 12 jam lalu
0
thumb
Saepul Si Eks Tukang Piscok Pocin Peragakan 51 Adegan Mutilasi, Ternyata Idap HIV
• 8 jam lalu
0
thumb
Rekonstruksi Pembunuhan di Depok: Saepul Peragakan 51 Adegan, dari Cekcok hingga Mutilasi Korban
• 6 jam lalu
0
thumb
Borong 55 Medali! Kontingen Muay Thai Jatim Sukses Segel Gelar Runner Up Kejurnas 2026
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.