Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan uji coba penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram akan dilakukan mulai pekan depan.
“Uji coba nanti minggu depan. Kita cek dulu ya,” kata Bahlil usai pertemuan dengan Menkeu Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (11/8).
Bahlil sebelumnya mengungkapkan tabung gas CNG telah melalui tahapan uji tembak yang bertujuan untuk memastikan ketahanan tabung dalam kondisi ekstrem, termasuk terhadap paparan panas hingga 850 derajat celsius.
Tahapan tersebut sekaligus merupakan salah satu syarat akhir sebelum proses pengembangan dinyatakan rampung. Bahlil menilai CNG dapat menghemat anggaran negara sekitar Rp 30 triliun, yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan program lain.
Bahlil juga menyebut produk CNG 3 kg akan lebih murah hingga 40 persen dari LPG 3 kg. Pemerintah sedang menguji coba proyek CNG 3 kg jadi alternatif LPG 3 kg yang saat ini bergantung pada impor.
"CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena apa? Karena tabung 3 kilonya itu, kan, tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati," ujar Bahlil.
Sementara itu, Dirjen Migas Laode Sulaeman mengatakan uji coba tabung CNG Merah Putih bakal selesai akhir Juli 2026, kemudian sampelnya dikirim ke Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas.
"Lalu kita akan rencanakan juga bagaimana nanti mulai diperkenalkan pada masyarakat," ucapnya.
Laode menyebut uji coba pertama kali rencananya dilakukan di kota-kota besar. Meski begitu, ia belum bisa menjelaskan dengan rinci skema pemasaran dan produksi tabung CNG yang akan mensubstitusi LPG subsidi.






Komentar (0)