jpnn.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Iqbal Romzi mengecam keras dugaan promosi minuman keras (miras) merek Newport dengan memakai ayat di Al-Qur'an.
Diketahui, promosi itu berupa pelafalan Surat Ad-Dhuha untuk mendapatkan sebuah botol miras Newport.
BACA JUGA: Surah Al-Qurâan Dipermainkan Demi Miras, Legislator Ungkit Penegakan Hukum
“Saya mengecam keras promosi semacam ini. Ayat Al-Qur’an itu bagian dari ajaran dan keyakinan umat Islam, bukan alat untuk menarik konsumen dalam promosi minuman keras,” ujar Iqbal kepada awak media, Selasa (11/8).
Menurut Iqbal, dunia usaha harus memiliki kepekaan terhadap nilai agama dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
BACA JUGA: JATMAN Jakarta Desak Polisi Proses Hukum Produsen Miras Newport
Legislator fraksi PKS itu mengatakan kreativitas dalam pemasaran tidak seharusnya dilakukan dengan mengeksploitasi simbol, ajaran, atau keyakinan agama.
Dia mengingatkan persoalan semacam ini bukan pertama kali terjadi. Kasus Holywings pada 2022 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi dunia usaha.
BACA JUGA: Yayasan Konsumen Muslim Indonesia Desak Pemerintah Cabut Izin Edar Miras Newport
Saat itu, promosi minuman beralkohol dengan menggunakan nama “Muhammad” dan “Maria” memicu polemik luas di masyarakat.
Polisi kemudian menetapkan enam karyawan Holywings sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
"Sudah seharusnya pelaku usaha belajar bahwa ada batas-batas sensitivitas agama yang harus dihormati dalam komunikasi pemasaran,” kata Iqbal.
Dia meminta pihak Newport segera memberikan klarifikasi terkait materi promosi yang beredar memakai surat di Al-Qur’an.
Iqbal mengatakan ketika materi promosi dibuat oleh pihak perusahaan, Newport harus bertanggung jawab dan mengambil langkah korektif.
Dia juga meminta perusahaan tidak menganggap persoalan ini sebagai sekadar kontroversi di media sosial.
“Saya meminta pihak Newport segera memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya umat Islam, apabila konten tersebut memang benar merupakan materi promosi mereka. Jangan menunggu persoalan ini menjadi semakin besar,” ujarnya.
Iqbal menegaskan kebebasan berkreasi dalam pemasaran tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“Jangan bermain api di musim kemarau. Kalau terjadi kebakaran meluas, sangat sulit untuk dipadamkan,” ujarnya.
Sebelumnya, heboh video yang memperlihatkan kejadian di stan Newport ketika berlangsung pertunjukan musik The Sound Project.
Tampak, dalam video pemandu acara membuat tantangan melafalkan Surat Ad-Dhuha bagi pengunjung konser untuk mendapatkan sebuah botol.
Seorang pengunjuk wanita terekam melafalkan Surat Ad-Dhuha dari awak sampai selesai dan para pekerja di stan Newport terlihat berjingkrak.
Kemudian, seorang pembawa acara mempersilakan seorang wanita yang mampu melafalkan Surat Ad-Dhuha memilih sebuah botol miras.(Ast/JPNN)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)