Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan dana wakaf atau filantropi Islam yang disalurkan melalui perdagangan saham syariah dan ditujukan untuk Masjid Istiqlal akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi.
Hal tersebut disampaikan Jeffrey dalam acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Selasa (11/8).
Jeffrey menjelaskan, dana yang dihimpun melalui skema tersebut nantinya tidak akan dikelola secara langsung oleh pihak Istiqlal. Pengelolaan dana akan diserahkan kepada manajer investasi.
“Nah itu dikembalikan kepada manajer investasinya. Jadi yang kami sampaikan kemarin, wakaf atau filantropi Islam yang dilakukan oleh investor melalui online trading syariah, itu yang ditujukan kepada Istiqlal, itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi,” kata Jeffrey.
Menurutnya, skema tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem investasi syariah sekaligus membuka ruang bagi investor untuk menyalurkan dana melalui instrumen pasar modal untuk tujuan filantropi.
Dalam kesempatan yang sama, Jeffrey juga ditanya mengenai rencana penawaran umum perdana saham (IPO) BUMN yang sebelumnya disampaikan oleh Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir.
Jeffrey mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai rencana IPO tersebut. “Belum, tapi tentu kami sangat menunggu itu,” ujarnya.






Komentar (0)