Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Program Magang Nasional 2026 sebanyak 150.000 peserta akan terbuka tidak hanya untuk lulusan sarjana, namun juga vokasi hingga penyandang disabilitas.
Program Magang Nasional Angkatan 2 dimulai untuk tahap (batch) pertama sebanyak 50.000 peserta, sama halnya untuk batch kedua dan batch ketiga yang akan dilaksanakan setiap bulan hingga Oktober 2026.
"Hari ini dibuka lagi atas arahan Bapak Presiden program Magang Nasional tahun kedua, tahun 2026, 150.000 peserta magang. Nah yang hari ini dibuka adalah 50 ribu pertama dari 150 ribu, nanti yang 50 ribu kedua dan ketiga bulan depan dan bulan berikutnya akan dibuka oleh Kemnaker," ungkap Teddy saat konferensi pers, Selasa (11/8).
Teddy memastikan bahwa cakupan peserta Magang Nasional ini terus diperluas, terutama untuk jurusan profesi dan kalangan disabilitas.
"Selain yang S1, kemudian profesi tadi, kita juga melakukan pendaftaran kepada saudara-saudara kita yang difabel, yang disabilitas, kemudian tadi sudah ada juga yang sudah hadir juga, ini bukti kita membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada siapa pun untuk dapat mengikuti program Magang Nasional ini," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mencontohkan lulusan perguruan tinggi jurusan vokasi yang diterima pada batch pertama ini adalah perawat di beberapa rumah sakit.
Yassierli mengatakan bahwa pemerintah tidak menetapkan target seberapa banyak peserta Magang Nasional yang dapat langsung bekerja setelah program berakhir. Adapun pada tahun lalu, sekitar 30-40 persen peserta langsung mendapatkan pekerjaan tetap.
"Walaupun tentu kita ingin hasil magang ini, perusahaan kan sudah investasi, mereka sudah membina 6 bulan, ya tinggal diserap daripada mereka mencari kandidat yang lain yang belum tentu cocok. Tapi jangan lupa program ini adalah bagian dari stimulus ekonomi juga," jelasnya.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Binalavotas), Darmawansyah, menambahkan bahwa program ini masih terbuka bagi lulusan sarjana yang mengambil program profesi.
"Profesi itu biasanya setelah setahun dia kuliah, kemudian dia ngambil profesi setahun, nah lulus profesi setahun dia masih boleh daftar. Jadi ini yang berbeda dengan yang magang yang angkatan sebelumnya, karena banyak permintaan dari masyarakat bahwa yang lulusan profesi boleh ikut, ya kita buka semua buat profesi," jelasnya.
Darmawansyah menuturkan bahwa sebaran industri yang mengikuti program Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1 ini paling banyak adalah sektor kesehatan terutama di wilayah luar Pulau Jawa, lalu jasa keuangan seperti perbankan dan manufaktur.
Dia menegaskan bahwa saat ini Kemnaker menyesuaikan lowongan magang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi peserta. Hal ini menyusul banyaknya keluhan peserta yang mendapatkan posisi kasir karena tidak sesuai dengan jurusannya.
"Kalau jabatan seperti misalnya front office, kasir itu sudah kita delay, kita tolak. Jadi memang benar-benar jabatan itu sesuai dengan kompetensi, misalnya kalau rumah sakit ya nurse, atau misalnya untuk maintenance peralatan medis dan sebagainya. Pokoknya kita lihat jabatan-jabatan itu memang sesuai dengan lulusan bantuan tinggi," ungkap Darmawansyah.
Darmawansyah mengungkapkan bahwa Magang Nasional Angkatan 2 Batch 2 akan mulai dibuka pendaftaran penyelenggara mulai pekan depan, sehingga penerimaan peserta magang bisa dilakukan pada pertengahan September 2026.
"Sekarang kita mulai sekitar 10 Agustus ya, kita mulai kemarin ya. Kita target kan nanti di bulan depan di September, sekitar pertengahan September kita akan mulai lagi untuk running untuk yang batch kedua," tandasnya.
Adapun pada program Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1, Kemnaker mencatat 3.672 penyelenggara pemagangan yang berpartisipasi, terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 unit kerja Kementerian dan Lembaga.
Dari seluruh penyelenggara tersebut, tersedia 28.455 posisi pemagangan dengan total 54.304 kuota untuk peserta magang. Secara rinci, kuota tersebut terdiri dari 31.251 kuota pada perusahaan dan 23.053 kuota pada Kementerian dan Lembaga.
Setelah pendaftaran penyelenggara dan lowongan dibuka, Kemnaker membuka pendaftaran bagi lulusan perguruan tinggi. Tercatat, 732.483 orang melakukan pendaftaran dalam Program Pemagangan Nasional tahun 2026 Angkatan 2 Batch 1.
Selesai pemeriksaan persyaratan, sebanyak 244.982 orang dinyatakan layak untuk mengikuti proses lebih lanjut, kemudian sebanyak 226.719 orang calon peserta mengajukan lamaran ke berbagai posisi pemagangan yang tersedia. Secara keseluruhan, terdapat 547.000 lamaran dengan rata-rata sekitar 1,93 lamaran aktif untuk setiap pelamar.
Dari total pelamar yang memasuki proses rekrutmen, sebanyak 48.088 pelamar diterima oleh penyelenggara untuk diproses lebih lanjut. Setelah melakukan verifikasi, seleksi, dan pengusulan oleh penyelenggara, sebanyak 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan menjadi peserta Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1.






Komentar (0)