Topan Dolphin Mendarat di Zhejiang, Shanghai, Tiongkok Terendam Banjir, Lebih dari 210.000 Orang Dievakuasi

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Topan super ke-13 tahun ini, “Dolphin”, mendarat di Provinsi Zhejiang pada 9 Agustus sore. Dalam waktu hanya 70 menit, topan tersebut berturut-turut mendarat di Yuhuan dan Yueqing. Saat mendarat, kecepatan angin maksimum mencapai level 14, membawa angin kencang dan hujan lebat ke wilayah pesisir Tiongkok timur.

EtIndonesia.com Topan super “Dolphin” datang dengan sangat kuat. Wilayah pesisir Zhejiang dilanda angin dan hujan deras. Hampir 400.000 orang di Taizhou telah dievakuasi sebelumnya. 

Di wilayah pesisir, kegiatan kerja, sekolah, usaha, dan transportasi juga dihentikan secara menyeluruh. Dalam beberapa hari ke depan, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami curah hujan ekstrem antara 200 hingga 400 milimeter. Otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor.

Selain Zhejiang, hampir 100.000 orang di Fujian juga telah dievakuasi sebelumnya. Sebanyak 115 proyek pekerjaan di perairan dihentikan, sementara lebih dari 50 jalur transportasi penyeberangan penumpang dihentikan sementara.

Shanghai juga terkena dampak angin kencang dan hujan deras. Hingga pukul 14.00 pada 9 Agustus, curah hujan kumulatif di Tangqiao, Pudong, mencapai 264 milimeter. Di sejumlah wilayah Xuhui, curah hujan dalam satu jam bahkan mencapai 94 milimeter. Banjir dan genangan parah terjadi di berbagai lokasi, sehingga lebih dari 210.000 orang di seluruh kota dipindahkan dan ditempatkan di lokasi pengungsian.

Di sekitar Wukang Building, Distrik Xuhui, Yanqing Road, dan Gedung CenturyLink di Pudong, terjadi genangan parah. Ketinggian air bahkan mencapai atau melewati betis orang dewasa, menyebabkan banyak kendaraan mogok.

Topan tersebut juga memberikan dampak besar terhadap transportasi Shanghai. Bandara Pudong dan Hongqiao membatalkan 1.384 penerbangan, atau hampir 60% dari seluruh penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan. Seluruh layanan bus antar kota dihentikan, sementara sejumlah jalur kereta cepat dan kereta api juga menghentikan layanan sementara. Beberapa jalur metro bahkan dihentikan atau dioperasikan dengan kecepatan terbatas.

Badan meteorologi mengatakan bahwa angin dan hujan di Shanghai masih akan berlanjut. Pada Senin (10 Agustus) pagi, hujan dan angin masih cukup kuat sehingga aktivitas perjalanan pada jam sibuk pagi hari diperkirakan akan terganggu.

Setelah melewati Zhejiang, “Dolphin” akan bergerak ke arah barat laut dan diperkirakan mempengaruhi wilayah Henan, Hubei, dan Anhui. Topan tersebut bahkan berpotensi membawa hujan lebat ke Beijing, Tianjin, dan Hebei.

Selain itu, topan ini juga memperkuat pengaruh monsun di Filipina, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Lebih dari 12.000 orang telah dievakuasi, sementara sejumlah orang lainnya dilaporkan masih belum ditemukan.

Zheng Shengxun, New Tang Dynasty Television


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Belajar dari Universiti Teknologi Malaysia, Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Daya Saing Global
• 19 jam lalu
0
thumb
Motor Wartawan Hilang Saat Liputan di Kemenko Polkam
• 6 jam lalu
0
thumb
ATR/BPN dan Kemendagri sepakati pengintegrasian NIB dan NOP
• 16 jam lalu
0
thumb
Peter Huistra Berharap Derby Istimewa PSS vs PSIM Digelar dengan Suporter
• 19 jam lalu
0
thumb
Program Pilah Sampah Jakarta Capai 23,14 Persen, Pramono Ancam Tutup Usaha Pelanggar
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.