Lokasi kecelakaan yang menewaskan Aiptu Asep Suhara, anggota Satuan Samapta Polrestabes Bandung, di Jalan Merdeka, Kota Bandung, masih menyisakan sejumlah tanda di badan jalan.
Aiptu Asep menjadi korban tabrak lari saat mengendarai sepeda motor usai menjalankan tugas patroli pada Minggu (9/8/2026) dini hari.
Pantauan di lokasi, terdapat sejumlah tanda berwarna putih yang dibuat di atas permukaan aspal. Tanda tersebut terlihat berada di sekitar jalur kendaraan dan area penyeberangan jalan.
Lokasi kecelakaan berada di kawasan Jalan Merdeka yang cukup ramai dilalui kendaraan di siang hari, namun cenderung sepi pada malam hingga dini hari. Di sekitar lokasi juga terdapat perlintasan rel kereta api serta sejumlah fasilitas publik dan pertokoan.
Berdasarkan keterangan keluarga, Aiptu Asep saat itu mengendarai sepeda motor seorang diri setelah menyelesaikan kegiatan Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) hingga sekitar pukul 04.00 WIB.
Ia disebut hendak menuju Bank Panin di kawasan Banceuy, tempat yang biasa menjadi lokasi istirahat setelah menjalankan kegiatan patroli.
Namun, ketika melintas di Jalan Merdeka, Aiptu Asep ditabrak dari arah belakang oleh sebuah mobil.
Kecelakaan tersebut membuat Aiptu Asep terpental hingga sekitar delapan meter. Keluarga menyebut korban kemudian terseret kendaraan hingga sekitar 30 meter sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi.
"Jadi pas ditabrak suami saya terlempar sekitar 8 meter. Setelah terlempar 8 meter, digas lagi oleh mobil itu sampai terseret 30 meter," kata istri Asep, Eka Yulianti, saat ditemui Senin (10/8).
Peristiwa itu kemudian ditangani polisi. Satu orang yang diduga sebagai pengemudi mobil telah diamankan bersama kendaraan yang digunakan dalam kecelakaan tersebut.
Mobil yang digunakan pelaku disebut membawa empat orang, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Eka berharap seluruh rangkaian penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan para pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya Aiptu Asep dapat diproses sesuai hukum.
Eka juga meminta agar kasus tersebut segera terungkap dan memberikan keadilan bagi keluarganya yang kini harus kehilangan sosok ayah bagi empat anak mereka.
"Harapannya semoga cepat terungkap, pelaku diadili seadil-adilnya. Minta keadilan untuk suami saya dan anak-anak saya yang sudah menjadi anak yatim," ujarnya.
Aiptu Asep meninggalkan empat orang anak. Anak pertama telah lulus SMA, anak kedua duduk di kelas 11 SMA, anak ketiga kelas 7 SMP, sedangkan anak bungsunya masih duduk di kelas 2 SD.
Kepergian Aiptu Asep menjadi duka bagi keluarga dan jajaran kepolisian. Ia meninggal setelah menjalankan tugas malam dan dalam perjalanan usai menyelesaikan kegiatan kepolisian.






Komentar (0)