Ajarkan Gaya Hidup Sehat, Dua Kampus di Surabaya Dampingi Kelompok Lansia di di Bojonegoro

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Pagi itu, balai pertemuan Dusun Tikung, Desa Gondang, Kabupaten Bojonegoro, dipenuhi senyum dan semangat para lansia. Irama musik senam terdengar mengalun pelan, mengiringi puluhan peserta yang mengikuti setiap gerakan dengan antusias. Meski beberapa di antaranya masih sesekali memegangi lutut atau pinggang yang terasa nyeri, semangat untuk tetap bergerak tidak pernah surut. Bagi mereka, aktivitas pagi itu bukan sekadar olahraga bersama, melainkan ikhtiar untuk tetap sehat, mandiri, dan menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Suasana tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya melalui pendampingan Kelompok Prolanis Margo Waras yang diadakan bulan Mei hingga Agustus 2026. Program ini merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia, khususnya di wilayah semiperdesaan.

Desa Gondang merupakan kawasan yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan pekerja sektor informal. Dengan akses layanan kesehatan lanjutan yang masih terbatas, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi wadah penting bagi para lansia untuk menjaga kesehatan sekaligus saling menguatkan.

Ketua tim pengabdian, Anastasia Putu Martha Anggarani, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan fisik lansia, tetapi juga membangun sistem pendampingan yang dapat terus berjalan di masyarakat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kami ingin menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan, bukan kegiatan yang berhenti setelah satu kali pelaksanaan. Harapannya, lansia tetap aktif bergerak, sementara kader memiliki kemampuan untuk terus mendampingi mereka secara mandiri," ujar Anastasia yang berasal dari Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya.

Program Pengabdian Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pendanaan 2026 dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program ini mengusung Model Pendampingan Berkelanjutan Berbasis Kemitraan bagi Gerak dan Fungsi Lansia. Melalui model tersebut, tim pengabdian berupaya meningkatkan fungsi gerak lansia, memperkuat kapasitas kader Prolanis, sekaligus menyusun mekanisme pemantauan kondisi fisik yang sederhana dan mudah diterapkan secara berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan latihan gerak yang dirancang sesuai kebutuhan lansia. Tim dosen dan mahasiswa mendampingi peserta melakukan berbagai latihan sederhana untuk meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot. Lansia juga memperoleh edukasi mengenai penggunaan alat bantu aktivitas, seperti deker lutut, korset lumbal, dan alas kaki penurun kadar gula darah.

Tidak berhenti di lokasi kegiatan, para peserta juga diajarkan gerakan-gerakan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Latihan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri sendi, mengatasi kekakuan pada lutut, pinggang, maupun bahu, sekaligus mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.

Bagi para peserta, pendampingan semacam ini memberikan manfaat yang nyata. Salah seorang anggota Prolanis mengaku kini lebih percaya diri untuk tetap aktif bergerak.

"Dulu saya sering takut bergerak karena lutut terasa sakit. Setelah diajari latihan yang benar, badan terasa lebih ringan dan saya jadi lebih semangat beraktivitas setiap hari," ungkap salah seorang peserta Prolanis.

Pendampingan tidak hanya menyasar para lansia. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan kepada kader Prolanis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas. Para kader dibekali keterampilan memandu latihan gerak secara aman, memantau perkembangan kondisi lansia, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung administrasi organisasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat.

Data hasil asesmen awal menunjukkan bahwa tantangan kesehatan yang dihadapi anggota Prolanis Margo Waras cukup kompleks. Sekitar 90 persen peserta merupakan penyandang hipertensi, sementara 80 persen hidup dengan diabetes melitus. Selain itu, sekitar 70 persen mengeluhkan nyeri sendi, terutama pada lutut dan pergelangan kaki, disertai kekakuan otot, gangguan keseimbangan, serta keterbatasan aktivitas fungsional yang meningkatkan risiko jatuh dan ketergantungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, keluhan nyeri sendi menurun dan pengetahuan kader dan lansia meningkat.

Temuan tersebut semakin menegaskan pentingnya pendampingan yang dilakukan secara konsisten dan berbasis komunitas. Dengan keterlibatan kader sebagai mitra utama, program ini diharapkan tetap berjalan meskipun kegiatan pengabdian telah selesai dilaksanakan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar menghadirkan pelayanan kesehatan sesaat, tetapi membangun kemandirian komunitas dalam merawat warganya. Sebab, masa tua yang sehat bukan hanya tentang usia yang panjang, melainkan tentang kemampuan untuk tetap bergerak, tetap mandiri, dan tetap menikmati setiap hari dengan penuh makna.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Potret Amukan Topan Dolphin, Jantung Ekonomi China "Tenggelam"
• 17 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Palangkaraya, Ketua DPR: Ini Bukan Lagi Persoalan Lingkungan
• 14 jam lalu
0
thumb
Saat Dunia Menatap Antariksa, Kita Masih Berkutat dengan Sampah di Pinggir Sungai
• 20 jam lalu
0
thumb
Bromo Ditutup Total, Puan Minta Pemerintah Hitung Dampak Ekonomi bagi Warga
• 4 jam lalu
0
thumb
Gandeng Unhas, Menteri Transmigrasi Dorong SDM Unggul dan Program Transmigrasi Patriot di Indonesia Timur
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.