BPS Ungkap Alasan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Turun pada 2026

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap alasan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah pada 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, perbedaan cakupan survei menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam membandingkan capaian tahun ini dengan 2025.

Amalia mengatakan, pada SNLIK 2026 cakupan pengukuran lebih komprehensif karena tidak hanya melihat kondisi secara nasional, tetapi juga telah mencakup tingkat daerah.

"Mungkin waktu itu kan levelnya masih nasional. Sekarang kan kita sudah lebih komprehensif sama tingkat provinsi," kata Amalia saat ditemui di kantornya.

Menurut dia, perbedaan cakupan tersebut perlu dibedah lebih lanjut agar perbandingan antara hasil 2026 dan 2025 dapat dilakukan secara mudah. "Jadi yang nanti perlu kita bedah supaya apple to apple," ujarnya.

Berdasarkan hasil SNLIK 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07%, turun tipis dibandingkan 2025 yang mencapai 43,42%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah turun menjadi 13,24% dari sebelumnya 13,41%.

Amalia menjelaskan, literasi dan inklusi merupakan dua hal yang berbeda. Tingkat literasi menggambarkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, sementara inklusi lebih menunjukkan penggunaan atau keterlibatan masyarakat dalam produk keuangan tersebut.

 "Jadi kalau ditanya, orang tahu pemahaman tentang produk-produk syariah? Tahu. Tapi kan belum tentu dia memiliki rekening tabungan syariah. Belum tentu dia juga punya saham syariah," jelasnya.

Karena itu, menurut Amalia, tantangan pengembangan keuangan syariah bukan hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan keuangan syariah.

"Bagaimana masyarakat juga, selain paham dan tahu tentang produk syariah, tapi juga menggunakan dan menjadi nasabah," katanya.

Sebagai perbandingan, penurunan tipis pada indikator syariah terjadi ketika indikator keuangan konvensional justru mengalami peningkatan. Pada 2026, indeks literasi keuangan konvensional mencapai 69,57%, naik dari 66,64% pada 2025. Sementara itu, indeks inklusi keuangan secara nasional meningkat menjadi 93,61% dari 92,74% pada tahun sebelumnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sosialisasikan Akuntabilitas Keuangan Negara, Misbakhun Tekankan soal Orientasi Kesejahteraan Rakyat
• 14 jam lalu
0
thumb
IHSG Ditutup Melemah ke 6.365,37, LQ45 Turun 0,96 Persen
• 16 jam lalu
0
thumb
Trump Tuntut Balik Kompensasi dari Iran Atas Kerugian Akibat Perang
• 7 jam lalu
0
thumb
Bongkar Rahasia Lulusan Berkualitas, Budaya Riset Senjata Utama Mahasiswa UBSI Kampus Tangerang
• 21 jam lalu
0
thumb
Kurir SPX kembalikan uang Rp92 juta akibat salah transfer
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.