Kepala BGN Larang MBG Dibawa Pulang, Mengapa?

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan alasan santapan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dilarang untuk dibawa pulang oleh siswa sekolah.

Sudaryono menyampaikan, MBG yang dibawa pulang berpotensi mengalami perubahan kualitas karena kondisi penyimpanan setelah makanan keluar dari pengawasan penyelenggara program.

"Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi," kata Sudaryono dalam siaran pers, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: BGN Imbau Siswa Tak Bawa Pulang Makanan MBG, Ada Risiko Keracunan

Menurut dia, kondisi makanan setelah dibawa pulang juga tidak dapat sepenuhnya dipastikan masih layak dikonsumsi atau tidak.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keracunan apabila makanan MBG sudah mengalami kerusakan karena melewati batas aman konsumsi.

"Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," ujar Sudaryono.

Sudaryono menuturkan, terdapat orang tua siswa yang turut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah.

Baca juga: Sederet Aturan Baru BGN: Pejabat Berkantor di Daerah hingga Batas Waktu Konsumsi di Ompreng MBG

"Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," ungkap dia.

Oleh karena itu, BGN meminta dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai ketentuan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sudaryono menegaskan, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga oleh terjaminnya keamanan makanan yang dikonsumsi.

"Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi," kata Sudaryono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapan RAPBN Berlaku? Simak Siklus dari Perencanaan hingga Pertanggungjawaban
• 21 jam lalu
0
thumb
Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Depok, Polisi Temukan Fakta Baru
• 54 menit lalu
0
thumb
Sayembara Hafalan Ad-Dhuha dapat Imbalan Miras Ingatkan Promo Alkohol bagi yang Bernama Maria dan Muhammad
• 5 jam lalu
0
thumb
KPK Bongkar Skema Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp 223,6 Miliar
• 16 jam lalu
0
thumb
Aprilia Racing Usung Misi Besar, Bertekad Putus Dominasi Marc Marquez di MotoGP Aragon 2026
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.