Grid.ID - Tantangan tak biasa harus dihadapi oleh aktor Tarra Budiman dalam proyek film barunya, Ketok Mejik. Demi menghidupkan karakter yang ia perankan, pria berusia 39 tahun ini dituntut untuk menyajikan adegan kocak menggunakan bahasa Bali.
Pria bernama asli Bimantara Budimansyah ini tak menampik jika melawak menggunakan dialek daerah memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
"Membuat sebuah komedi dengan bahasa Bali, sulit, sangat sulit. Saya punya kesulitan di situ," kata Tarra Budiman saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Suami dari Gya Sadiqah ini sebenernya mengaku tidak asing dengan kebudayaan Pulau Dewata. Pasalnya, Tarra menghabiskan masa kecil hingga tumbuh dewasa di sana. Akan tetapi, menyelaraskan lelucon berbahasa Bali agar tetap luwes saat beradu akting menjadi tantangan tersendiri yang cukup menyita pikiran.
"Saya lahir, besar di Bali, saya tahu. Cuma saya enggak tahu bagaimana cara menyambungkan ke mereka berdua yang bermain komedi," tuturnya.
Kendati demimiam, Tarra menegaskan bahwa proses pengambilan gambar Ketok Mejik berjalan dengan hangat dan seru. Suasana kekeluargaan di lokasi syuting membuat seluruh pemain merasa tidak sedang bekerja.
"Mudah-mudahan apa yang sudah kita buat pakai tenaga, pakai rasa, sampai kepada teman-teman," tandas Tarra Budiman.
Selain menggaet Tarra Budiman, film karya sutradara Yogi S. Calam ini turut memboyong jajaran komika Tanah Air seperti Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, hingga Arief Didu. Sinema bergenre drama komedi ini menyoroti lika-liku kehidupan tiga orang sahabat sejati, yakni Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman), dan Saged (Dodit Mulyanto).
Ketiga pria ini dikisahkan bahu-membahu mengadu nasib dengan mengelola sebuah usaha bengkel sederhana demi mengubah jalan hidup mereka. Namun, perjalanan meraih mimpi itu mendadak diuji oleh serangkaian kejadian tak terduga. Ketok Mejik dijadwalkan tayang mulai 13 Agustus 2026 mendatang. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)