Surabaya (beritajatim.com) – Seorang Siswa SMP di Surabaya terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) diduga menjadi korban gendam, Rabu (5/8/2026) sore. Dari rekaman tersebut, pelaku mengendarai kendaraan motor bebek, berpakaian putih-merah, berkumis, dan mengenakan helm hitam.
Informasi yang dihimpun, siswa SMP tersebut berinisial B (14). Saat kejadian, B sedang menunggu jemputan dengan duduk di trotoar Jalan Dharmahusada. Tak lama menunggu, B dihampiri oleh terduga pelaku gendam yang disebut berbicara dengan logat Madura.
“Posisi anak saya sedang nunggu jemputan di sekitar Sentra Wisata Kuliner (SWK) itu. Lalu kata anak saya dia dideketin dan diajak naik motor untuk diantar pulang,” kata perwakilan keluarga korban berinisial UN.
Terduga pelaku lantas membonceng B hingga ke Jalan Dharmahusada Indah Utara. Dengan tipu daya, pria berkumis lebat itu berhasil menguasai ponsel B. Merasa sudah mendapatkan yang dituju, B diturunkan di dekat RS Unair.
“Pelaku bilang kalau ada yang jadi korban kecelakaan. Dia (pelaku) lalu mengambil handphone anak saya dan kabur,” jelas UN.
UN bersama ayah korban sempat melacak keberadaan ponsel milik B menggunakan email yang terhubung. Lokasi terakhir ponsel tersebut berada di kawasan Pegirian 2 Surabaya.
“Sempat dicek lokasinya terakhir di Utara (Pegirian) namun setelah itu mati sampai sekarang,” terangnya.
Atas peristiwa ini, pihak keluarga telah melapor ke Polsek Mulyorejo agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (ang/ian)





Komentar (0)