Jakarta (ANTARA) - Mengonsumsi buah dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu mengontrol kadar asam urat dan menurunkan risiko serangan gout. Namun, tidak ada buah yang secara instan dapat menyembuhkan asam urat.
Gout terjadi ketika kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi hingga membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri hebat, bengkak, kemerahan, dan rasa panas, terutama pada jempol kaki.
Pola makan dapat membantu mengelola kondisi tersebut. American College of Rheumatology (ACR) menyarankan membatasi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko gout, termasuk alkohol, minuman manis tinggi fruktosa, serta makanan tinggi purin tertentu.
Berikut beberapa buah yang dapat menjadi pilihan dalam pola makan untuk membantu mengontrol asam urat.
1. Ceri
Ceri menjadi salah satu buah yang paling sering dikaitkan dengan pengelolaan gout. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi ceri dapat membantu menurunkan risiko serangan gout, meskipun efeknya tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan.
Ceri juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu mendukung kesehatan tubuh.
Baca juga: 6 sayuran yang perlu dibatasi bagi penderita asam urat, Apa saja?
2. Stroberi
Stroberi merupakan sumber vitamin C dan relatif rendah fruktosa dibandingkan sejumlah buah lainnya. Arthritis Foundation memasukkan stroberi sebagai salah satu pilihan buah yang mengandung vitamin C dan dapat dikonsumsi dalam pola makan untuk membantu mengelola gout.
Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung atau dicampurkan ke dalam makanan tanpa tambahan gula.
3. Jeruk
Jeruk kaya akan vitamin C dan dapat menjadi pilihan buah dalam menu sehari-hari. Vitamin C diketahui dapat membantu menurunkan kadar asam urat, meskipun konsumsi buah tidak dapat menggantikan terapi medis bagi penderita gout.
Lebih baik mengonsumsi jeruk dalam bentuk buah utuh daripada jus dengan tambahan gula.
4. Grapefruit
Grapefruit termasuk buah yang kaya vitamin C dan relatif rendah fruktosa. Kandungan tersebut membuatnya dapat menjadi salah satu pilihan buah dalam pola makan bagi orang yang ingin menjaga kadar asam urat.
Namun, grapefruit dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Baca juga: Cara tepat mengobati asam urat menurut ahli
5. Nanas
Nanas juga termasuk buah yang dapat dikonsumsi dalam pola makan seimbang. Kandungan vitamin C di dalamnya dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian.
Meski demikian, konsumsi nanas tetap perlu dalam jumlah wajar karena buah juga mengandung gula alami atau fruktosa.
6. Apel
Apel dapat menjadi pilihan camilan karena mengandung serat dan dapat dikonsumsi langsung tanpa tambahan gula. Konsumsi buah secara keseluruhan termasuk bagian dari pola makan yang dianjurkan untuk membantu menjaga kesehatan dan berat badan.
Menjaga berat badan juga penting karena penurunan berat badan pada orang yang memiliki berat badan berlebih dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi risiko serangan gout.
7. Semangka
Semangka memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hidrasi yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan, termasuk bagi orang yang memiliki masalah asam urat.
Semangka tetap sebaiknya dikonsumsi sebagai buah utuh dan tidak dalam bentuk minuman yang diberi tambahan gula.
Baca juga: Apa itu asam urat? Kenali penyebab, gejala, dan cara mencegahnya
8. Pisang
Pisang dapat menjadi pilihan buah sehari-hari karena praktis dan mengandung berbagai zat gizi. Buah ini dapat dikombinasikan dengan makanan sehat lain seperti biji-bijian utuh atau produk susu rendah lemak untuk membentuk pola makan yang lebih seimbang.
Jangan berlebihan mengonsumsi buah manis
Meski buah umumnya menjadi bagian dari pola makan sehat, bukan berarti semua buah dapat dikonsumsi tanpa batas. Fruktosa, terutama dalam jumlah tinggi dari minuman manis dan pemanis tambahan seperti high-fructose corn syrup, berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat dan risiko serangan gout.
Karena itu, penderita asam urat sebaiknya lebih mengutamakan buah utuh dan membatasi jus buah dengan tambahan gula, minuman bersoda, serta minuman berpemanis.
Selain mengatur pola makan, penderita gout perlu memperhatikan asupan cairan, menjaga berat badan, membatasi alkohol, serta mengurangi makanan tinggi purin seperti jeroan dan beberapa jenis makanan laut.
Yang perlu diingat, perubahan pola makan merupakan bagian dari pengelolaan gout, bukan pengganti obat. Bagi orang yang mengalami serangan berulang atau kadar asam urat tinggi, dokter dapat memberikan terapi untuk menurunkan kadar urat dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Dengan demikian, ceri, stroberi, jeruk, grapefruit, nanas, apel, semangka, dan pisang dapat menjadi pilihan buah dalam pola makan sehat untuk membantu mengontrol asam urat. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika disertai pola hidup sehat dan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Baca juga: Ini risiko pasien asam urat saat santap makanan khas Lebaran
Baca juga: Mengenal purin dalam tubuh dan pengaruhnya bagi kesehatan
Gout terjadi ketika kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi hingga membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri hebat, bengkak, kemerahan, dan rasa panas, terutama pada jempol kaki.
Pola makan dapat membantu mengelola kondisi tersebut. American College of Rheumatology (ACR) menyarankan membatasi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko gout, termasuk alkohol, minuman manis tinggi fruktosa, serta makanan tinggi purin tertentu.
Berikut beberapa buah yang dapat menjadi pilihan dalam pola makan untuk membantu mengontrol asam urat.
1. Ceri
Ceri menjadi salah satu buah yang paling sering dikaitkan dengan pengelolaan gout. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi ceri dapat membantu menurunkan risiko serangan gout, meskipun efeknya tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan.
Ceri juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu mendukung kesehatan tubuh.
Baca juga: 6 sayuran yang perlu dibatasi bagi penderita asam urat, Apa saja?
2. Stroberi
Stroberi merupakan sumber vitamin C dan relatif rendah fruktosa dibandingkan sejumlah buah lainnya. Arthritis Foundation memasukkan stroberi sebagai salah satu pilihan buah yang mengandung vitamin C dan dapat dikonsumsi dalam pola makan untuk membantu mengelola gout.
Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung atau dicampurkan ke dalam makanan tanpa tambahan gula.
3. Jeruk
Jeruk kaya akan vitamin C dan dapat menjadi pilihan buah dalam menu sehari-hari. Vitamin C diketahui dapat membantu menurunkan kadar asam urat, meskipun konsumsi buah tidak dapat menggantikan terapi medis bagi penderita gout.
Lebih baik mengonsumsi jeruk dalam bentuk buah utuh daripada jus dengan tambahan gula.
4. Grapefruit
Grapefruit termasuk buah yang kaya vitamin C dan relatif rendah fruktosa. Kandungan tersebut membuatnya dapat menjadi salah satu pilihan buah dalam pola makan bagi orang yang ingin menjaga kadar asam urat.
Namun, grapefruit dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Baca juga: Cara tepat mengobati asam urat menurut ahli
5. Nanas
Nanas juga termasuk buah yang dapat dikonsumsi dalam pola makan seimbang. Kandungan vitamin C di dalamnya dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian.
Meski demikian, konsumsi nanas tetap perlu dalam jumlah wajar karena buah juga mengandung gula alami atau fruktosa.
6. Apel
Apel dapat menjadi pilihan camilan karena mengandung serat dan dapat dikonsumsi langsung tanpa tambahan gula. Konsumsi buah secara keseluruhan termasuk bagian dari pola makan yang dianjurkan untuk membantu menjaga kesehatan dan berat badan.
Menjaga berat badan juga penting karena penurunan berat badan pada orang yang memiliki berat badan berlebih dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi risiko serangan gout.
7. Semangka
Semangka memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hidrasi yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan, termasuk bagi orang yang memiliki masalah asam urat.
Semangka tetap sebaiknya dikonsumsi sebagai buah utuh dan tidak dalam bentuk minuman yang diberi tambahan gula.
Baca juga: Apa itu asam urat? Kenali penyebab, gejala, dan cara mencegahnya
8. Pisang
Pisang dapat menjadi pilihan buah sehari-hari karena praktis dan mengandung berbagai zat gizi. Buah ini dapat dikombinasikan dengan makanan sehat lain seperti biji-bijian utuh atau produk susu rendah lemak untuk membentuk pola makan yang lebih seimbang.
Jangan berlebihan mengonsumsi buah manis
Meski buah umumnya menjadi bagian dari pola makan sehat, bukan berarti semua buah dapat dikonsumsi tanpa batas. Fruktosa, terutama dalam jumlah tinggi dari minuman manis dan pemanis tambahan seperti high-fructose corn syrup, berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat dan risiko serangan gout.
Karena itu, penderita asam urat sebaiknya lebih mengutamakan buah utuh dan membatasi jus buah dengan tambahan gula, minuman bersoda, serta minuman berpemanis.
Selain mengatur pola makan, penderita gout perlu memperhatikan asupan cairan, menjaga berat badan, membatasi alkohol, serta mengurangi makanan tinggi purin seperti jeroan dan beberapa jenis makanan laut.
Yang perlu diingat, perubahan pola makan merupakan bagian dari pengelolaan gout, bukan pengganti obat. Bagi orang yang mengalami serangan berulang atau kadar asam urat tinggi, dokter dapat memberikan terapi untuk menurunkan kadar urat dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Dengan demikian, ceri, stroberi, jeruk, grapefruit, nanas, apel, semangka, dan pisang dapat menjadi pilihan buah dalam pola makan sehat untuk membantu mengontrol asam urat. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika disertai pola hidup sehat dan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Baca juga: Ini risiko pasien asam urat saat santap makanan khas Lebaran
Baca juga: Mengenal purin dalam tubuh dan pengaruhnya bagi kesehatan






Komentar (0)