jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto merespons hasil survei yang menempatkan partainya di posisi kedua dalam elektabilitas, di bawah Partai Gerindra.
Hasto mengatakan pihaknya tidak ingin terlalu berfokus pada hasil survei. Menurut dia, hal yang lebih penting bagi PDI Perjuangan ialah memastikan kerja politik memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Hasto Minta Tak Ada Demo Besar Selama Agustus, Singgung Kesakralan Bulan Kemerdekaan
"Kalau buat kami yang penting kerja untuk rakyat. Apa pun surveinya, kalau kami tidak bisa membawa perubahan-perubahan konkret pada kehidupan rakyat marhaen, lalu apa makna politik?" kata Hasto.
Dia mendorong seluruh kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan untuk bekerja lebih keras seiring adanya tren kenaikan elektoral partai tersebut.
BACA JUGA: Respons Survei Kepuasan Prabowo Turun, Hasto: Pemerintah Harus Lakukan Koreksi Kebijakan
Hasto meminta para kepala daerah menghadirkan kebijakan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami mendorong para kepala daerah PDI Perjuangan dengan adanya tren kenaikan elektoral dari PDI Perjuangan semua untuk bekerja lebih keras, dengan kebijakan yang bisa dirasakan oleh rakyat," ujarnya.
BACA JUGA: Hasto Respons Isu Demo Besar-Besaran Agustus, Ingatkan Soal Revolusi Nepal
Menurut Hasto, Kota Surabaya menjadi salah satu contoh bagaimana keberpihakan terhadap wong cilik dapat diterjemahkan melalui kebijakan pemerintah daerah.
Dia menilai sejumlah kebijakan di Surabaya telah menunjukkan upaya menghadirkan keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
"Termasuk apa yang terjadi di Kota Surabaya ini menunjukkan bagaimana narasi pembebasan, keberpihakan terhadap wong cilik itu dijabarkan dengan sangat baik," tutur Hasto.
Dia menyebut sejumlah kebijakan tersebut antara lain terkait tata ruang, penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin hingga bantuan sosial.
Namun, Hasto menekankan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat seharusnya tidak sekadar bersifat konsumtif.
Menurutnya, bantuan perlu diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sehingga kemampuan produksi dan kemandirian ekonomi rakyat dapat meningkat.
"Mulai dari kebijakan tata ruang, kemudian lapangan pekerjaan buat orang miskin, bantuan sosial buat orang-orang miskin. Tapi bantuan sosial itu adalah bantuan yang memberdayakan, yang meningkatkan kemampuan produksi rakyat," jelasnya.
Hasto juga mendorong anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk ikut merespons kondisi fiskal yang sedang menghadapi tantangan.
Dia meminta program-program padat karya lebih banyak didorong agar masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.
Selain itu, peningkatan keterampilan masyarakat juga dinilai penting untuk mendongkrak produktivitas, termasuk di sektor pertanian.
"Kami juga mendorong para anggota legislatif dari PDI Perjuangan menghadapi tantangan fiskal yang sulit untuk lebih mendorong program-program padat karya," kata Hasto.
Dia menambahkan PDI Perjuangan juga mengembangkan benih padi MSP 65 yang diklaim dapat dipanen dalam waktu sekitar 65 hari.
Menurut Hasto, beras yang dihasilkan dari benih tersebut memiliki tekstur yang pulen.
"Dalam waktu 65 hari itu sudah panen dan berasnya sangat pulen. Ini yang sekarang sedang dibimbing oleh Ibu Sandara Restu," pungkasnya.
Sebelumnya, Survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat elektabilitas Partai Gerindra tertinggi jika pemilihan legislatif (pileg) digelar saat ini, yakni sebesar 17,5 persen.
Di bawah Partai Gerindra ada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan elektabilitas sebesar 12,8 persen. Kemudian Partai Golkar di posisi ketiga, dengan dukungan sebesar 10,4 persen.
Lalu, Partai Demokrat di posisi keempat dengan 8,1 persen. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempatkan peringkat kelima dengan elektabilitas 7,0 persen. Selanjutnya adal PAN (5,1 persen), PKS (4,6 persen), dan Partai Nasdem (4,4 persen).
Sementara itu, partai-partai lain memperoleh elektabilitas di bawah dua persen, yakni PSI (1,9 persen), PPP (1,6 persen), Perindo (0,9 persen), Partai Gerakan Rakyat (0,5 persen), Partai Gelora (0,4 persen), Partai Hanura (0,2 persen), sedangkan sekitar 24,6 persen responden masih menyatakan belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihannya.
Survei ini dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Total sebanyak 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. (mcr12/jpnn)
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra





Komentar (0)