Jaga Kesehatan dari Balik Jeruji: Warga Lapas Cipinang Minta CKG Dirutinkan

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Warga binaan dan pegawai Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, menyambut baik program cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar pada Senin (10/8). Mereka berharap pemeriksaan kesehatan serupa dapat kembali dilakukan secara rutin.

Aspirasi itu datang dari salah satu warga binaan, Yandi Putra. Ia mengatakan, aktivitas sehari-harinya di dalam lapas diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, kegiatan keagamaan hingga bekerja.

“Paling olahraga aja. Basket, futsal, voli, tenis meja. Sebagian santri tadarusan sebagian lagi bekerja. Setiap harinya,” kata Yandi.

Yandi mengikuti pemeriksaan kesehatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore. Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak dini.

“Bisa membantu mencegah penyakit ya. Supaya warga binaan, temen-temen kalau ketahuan penyakitnya bisa diantisipasi dan diobati gitu,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pegawai Lapas Cipinang, Chandra, yang untuk pertama kalinya mengikuti cek kesehatan gratis di tempatnya bekerja. Ia menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai dari tekanan darah hingga rontgen paru-paru.

“Iya, ini saya pertama kali mengikuti cek kesehatan gratis di Lapas dengan cek kesehatan antara lain cek tensi, berat badan, lingkar badan, lingkar kepala, pemeriksaan gigi, rontgen paru-paru, serta gula darah,” kata Chandra.

Chandra berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan dilakukan lebih intensif. Ia menilai pemeriksaan kesehatan sejak dini penting untuk menjaga kondisi kesehatan pegawai sekaligus mendukung aktivitas pekerjaannya.

“Ke depannya harapan dari saya programnya sangat bagus. Mencegah penyakit sejak dini dari pegawai khususnya dan meningkatkan (performa) pekerjaan saya sehari-hari,” ujarnya.

Meski saat ini tidak memiliki keluhan kesehatan, Chandra berharap pemeriksaan serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini.

“Untuk ke depannya mungkin dengan adanya kegiatan seperti ini lebih diintensifkan kembali karena ini baru pertama kali,” tuturnya.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, pada kesempatan yang sama, mengatakan program tersebut turut didukung Kementerian Kesehatan melalui penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan bagi lapas dan rumah tahanan di Indonesia.

“Dengan bantuan Kementerian Kesehatan kami akan dapatkan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan kepada seluruh Lapas dan rutan,” kata Agus.

Agus menyebut terdapat 532 klinik yang tersebar di lapas dan rutan di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kesehatan pemerintah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Operasi Modifikasi Cuaca di Gunung Bromo Terkendala Kondisi Awan
• 1 jam lalu
0
thumb
Eropa Barat Catat Bulan Juni dan Juli Terpanas Sepanjang Sejarah
• 11 jam lalu
0
thumb
Progres Capai 97,99 Persen, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Ditargetkan Tuntas Agustus Ini
• 10 jam lalu
0
thumb
Menko Polkam: Kalau Tak Ada Awan, Tak Bisa Buat Hujan Buatan
• 7 jam lalu
0
thumb
6 Begal Karyawan Koperasi di Cibitung Ditangkap, 2 Didor Gegara Melawan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.