Jakarta (ANTARA) - Gempa magnitudo 5,1 mengguncang Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa, menyatakan bahwa gempa yang mengguncang Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu itu berlokasi di titik koordinat 5.89 LS dan 102.43 BT.
Lokasi tersebut, menurut data yang sama yaitu berjarak sekitar 63 kilometer tenggara Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi, Bengkulu, dengan kedalaman 30 kilometer.
"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.
Baca juga: Enam bandara ditutup akibat gempa magnitudo 7,4 guncang Kolombia
Informasi yang sama menyatakan bahwa data yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis akun resmi BMKG.
BMKG belum melaporkan secara rinci terkait dengan pemicu dan dampak yang ditimbulkan gempa tersebut terhadap masyarakat.
Untuk itu, masyarakat diimbau supaya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh resmi dilaporkan oleh BMKG.
Baca juga: Gempa magnitudo 7,4 guncang Kolombia, sedikitnya 21 orang tewas
Baca juga: BNPB: Penanganan gempa Yogyakarta pembelajaran penting kebencanaan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa, menyatakan bahwa gempa yang mengguncang Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu itu berlokasi di titik koordinat 5.89 LS dan 102.43 BT.
Lokasi tersebut, menurut data yang sama yaitu berjarak sekitar 63 kilometer tenggara Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi, Bengkulu, dengan kedalaman 30 kilometer.
"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.
Baca juga: Enam bandara ditutup akibat gempa magnitudo 7,4 guncang Kolombia
Informasi yang sama menyatakan bahwa data yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis akun resmi BMKG.
BMKG belum melaporkan secara rinci terkait dengan pemicu dan dampak yang ditimbulkan gempa tersebut terhadap masyarakat.
Untuk itu, masyarakat diimbau supaya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh resmi dilaporkan oleh BMKG.
Baca juga: Gempa magnitudo 7,4 guncang Kolombia, sedikitnya 21 orang tewas
Baca juga: BNPB: Penanganan gempa Yogyakarta pembelajaran penting kebencanaan






Komentar (0)