Reformasi budaya sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan dinilai harus diikuti dengan pembenahan tata kelola serta peningkatan kesejahteraan guru.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan peningkatan kesejahteraan guru saja belum cukup untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan tata kelola yang baik dan distribusi guru yang merata.
"Peningkatan kesejahteraan saja sejatinya belum cukup untuk langsung meningkatkan mutu pendidikan nasional, tanpa didukung tata kelola dan distribusi guru yang merata, serta perhatian khusus terhadap kesejahteraan tenaga pengajar di tanah air," kata Rerie, sapaan akrabnya, Senin (10/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan merespons kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang akan memperkuat reformasi budaya sekolah. Abdul Mu'ti sebelumnya menyampaikan rencana mengubah peran guru, dari sekadar pengajar menjadi pendamping sekaligus wali bagi peserta didik. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Abdul Mu'ti mengatakan, perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pembangunan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman, yang disusun sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Menurut Rerie, upaya peningkatan peran guru itu menuntut peningkatan keterampilan dan tanggung jawab besar dari para guru yang harus diimbangi dengan perbaikan kesejahteraan secara menyeluruh. Selain itu, upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, juga tidak lepas dari keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam merealisasikannya.
Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, juga mendorong peningkatan pemahaman para orang tua dan masyarakat, sebagai bagian dari upaya merealisasikan ruang pendidikan yang aman dan nyaman bagi generasi penerus bangsa. Ia menilai, peran guru wali, orang tua, dan masyarakat penting di tengah gelombang kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia yang terus berulang.
"Saatnya kita bergerak bersama untuk mencegahnya, serta membangun sistem perlindungan anak menyeluruh demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," pungkas Rerie.
Simak juga Video: Mendikdasmen Beberkan Sederet Program Pemerintah untuk Guru
(akn/ega)






Komentar (0)