Rehabilitasi Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri Dikebut, Anggaran Capai Rp4,6 Miliar

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Pemkab Kediri mempercepat rehabilitasi Museum Sri Aji Joyoboyo dengan pagu anggaran sekitar Rp4,619 miliar dan ditargetkan tuntas tahun 2026.

Pekerjaan meliputi amphitheater, fasad, akses masuk, jalan belakang, parkir, jalan keliling hingga pagar kawasan melalui tambahan anggaran perubahan.

Tiang listrik dan kabel fiber optik di depan museum juga akan ditata dan dipindahkan karena dinilai mengganggu estetika kawasan.

Rehabilitasi ditargetkan memperkuat fungsi Museum Sri Aji Joyoboyo sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya di Kabupaten Kediri.

Kediri (beritajatim.com) – Rehabilitasi Museum Sri Aji Joyoboyo terus dikebut Pemerintah Kabupaten Kediri. Proyek tersebut tidak hanya menyasar pembenahan bangunan museum, tetapi juga penataan kawasan di sekitarnya agar salah satu ikon sejarah Kediri itu semakin rapi, nyaman, dan representatif bagi pengunjung.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan proyek rehabilitasi tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp4,619 miliar. Pekerjaan ditargetkan selesai tahun ini, sementara keseluruhan penataan kawasan diharapkan dapat rampung pada Desember 2026.

“Ya, tahun ini juga kami harapkan museum tahun ini tuntaslah,” ujarnya, Senin (10/8/2026).

Irwan menjelaskan, sejumlah pekerjaan utama dalam rehabilitasi tahun ini meliputi pembangunan amphitheater, pembenahan fasad museum, serta perbaikan akses masuk menuju kawasan museum.

Tidak berhenti pada bangunan utama, Pemkab Kediri juga menyiapkan penataan kawasan agar fasilitas pendukung Museum Sri Aji Joyoboyo semakin memadai. Melalui perubahan anggaran (PAK), pemerintah berencana menambahkan pekerjaan berupa pembangunan akses jalan di bagian belakang museum, area parkir, jalan keliling kawasan hingga pagar.

“Terus ini nanti di PAK ini kami tambahkan anggaran untuk akses jalan di belakangnya ya. Parkir dan jalannya ya. Plus pagar kalau enggak salah, lupa saya. Ada pagarnya juga kayaknya. Ini kan dari samping-samping masuk ya. Ini kan belum ada jalan kelilingnya ke belakang. Nah, itu yang kita buatkan,” jelasnya.

Penataan tersebut diharapkan membuat sirkulasi pengunjung di kawasan museum menjadi lebih baik. Selain memperbaiki tampilan fisik, keberadaan akses jalan keliling, parkir dan pagar juga menjadi bagian dari upaya membangun kawasan museum yang lebih tertata.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian Pemkab Kediri adalah keberadaan tiang listrik dan kabel fiber optik (FO) di depan museum. Infrastruktur jaringan tersebut dinilai mengganggu estetika kawasan, terlebih terdapat sejumlah kabel yang posisinya relatif rendah.

“Yang jelas kita ada pekerjaan lain selain revitalisasi museum itu, mindah tiang listrik di depan. Nah, tiang listriknya itu kan mengganggu sekali, tiang listrik maupun FO ya, apa fiber optik. Ini proses nanti. Jadi nanti kalau museumnya juga sudah selesai terus ya depannya harusnya bersih sih. Enggak ada kabel listrik yang menggelantung,” tegas Irwan.

Pemkab Kediri kemudian melakukan koordinasi dengan PLN dan sejumlah provider telekomunikasi untuk menata serta memindahkan jaringan tersebut. Untuk jaringan fiber optik, pemindahan akan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing provider. Sementara jaringan listrik membutuhkan pengadaan tiang sekaligus penataan ulang jalur.

Irwan menyebut kebutuhan pemindahan jaringan listrik tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta. Koordinasi dan negosiasi dengan PLN juga telah dilakukan untuk merealisasikan penataan jaringan di kawasan museum.

“Sudah negosiasi juga dengan PLN. Sekarang kayaknya sudah tekan kontrak teman-teman perkim,” imbuhnya.

Dengan rehabilitasi dan penataan kawasan tersebut, Museum Sri Aji Joyoboyo diharapkan tidak hanya memiliki tampilan yang lebih menarik, tetapi juga mampu menjalankan fungsi sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya. Pembenahan fasilitas pendukung juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat yang datang untuk mengenal lebih jauh sejarah Kediri.

Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, penataan kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo ditargetkan rampung pada Desember 2026. Pemerintah Kabupaten Kediri berharap wajah baru museum tersebut dapat semakin memperkuat daya tarik wisata sejarah sekaligus menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat. [nm/aje]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump Tunda Serangan Baru ke Iran, Fokus Beri Tekanan Ekonomi
• 17 jam lalu
0
thumb
Dampak Karhutla, Hampir 4.000 Warga Kotim Terserang ISPA
• 2 jam lalu
0
thumb
Desain Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra dikabarkan mirip S11
• 18 jam lalu
0
thumb
Polisi di Bandung Meninggal Usai Ditabrak Lari Saat Bertugas
• 15 jam lalu
0
thumb
Tyronne del Pino Resmi Gabung Persita Tangerang, Eks Pemain Terbaik Liga 1 Siap Jadi Andalan Baru
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.