REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok di hutan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di musim kemarau ini pun, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar apapun.
"Ya, semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas," ucap dia, Senin (10/8/2026).
Baca Juga
Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah, Pemerintah Kerahkan Helikopter dan Water Bombing
Menko Polkam: El Nino Perparah Karhutla Hingga Sebabkan 107 Ribu Hektare Lahan Terbakar
Mengapa tak Gunakan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla di Bromo? Ini Jawaban Kemenhut
Ia menegaskan agar selama musim kemarau masyarakat tidak membakar apapun. Sehingga tidak berpotensi terjadi kebakaran.
"Pokoknya gini deh, di selama kemarau ini jangan main dengan api, ya," ucap dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat terdampak bencana kekeringan. Dengan rincian, 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota tersebut mengalami bencana kekeringan.
"Wilayah terdampak kekeringan sebanyak 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Dari 15 kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan, ia menyebutkan wilayah Kabupaten Bogor paling terdampak dengan 24 kecamatan mengalami kekeringan. Disusul Kabupaten Tasikmalaya dengan 12 titik kecamatan alami kekeringan dan Kabupaten Bekasi dengan 9 titik kecamatan.
Sementara itu, jumlah warga yang terdampak mencapai 61.505 kepala keluarga atau 205.567 jiwa. Dengan kondisi bencana kekeringan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
"4 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 15 kabupaten dan kota," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)