Malang (ANTARA) - Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Imam Santoso mengatakan bahwa kampus tersebut menerima sebanyak 57 mahasiswa asing baru dari 35 negara dengan skema program full degree jenjang S1, S2 dan S3.
"Kami mencatat tahun akademik 2026/2027 ada 57 mahasiswa asing baru program full degree dan saat ini ada 113 mahasiswa asing aktif berkuliah di UB," kata Prof Imam di sela pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus UB di Malang, Jawa Timur, Senin.
Untuk program jangka pendek atau non-degree, kata Prof Imam, jumlah mahasiswa luar negeri yang terdaftar mencapai lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai belahan dunia, seperti Asia, Timur Tengah, Asia Timur, Eropa, dan Afrika.
Menyinggung upaya pemerataan akses pendidikan, termasuk dari program afirmasi, Prof Imam mengatakan UB mempertahankan kuota afirmasi dari wilayah Malang Raya dan kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), dan tersedia program Beasiswa ADik bagi mahasiswa asal Papua.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr Setiawan Noerdajasakti mengatakan UB menyediakan sejumlah skema bantuan biaya pendidikan dan beasiswa bagi mahasiswa baru.
“Setiap lembaga pemberi beasiswa memiliki kriteria dan aturan sendiri. Sedangkan untuk beasiswa program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), sedang dalam proses pengusulan. Penetapan penerima biasanya difinalisasi sekitar Oktober. Kami juga menyediakan beasiswa dari Dana Abadi UB serta Baznas,” ujarnya.
Selama penyelenggaraan PKKMB pada 10-12 Agustus 2026 tersebut juga akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Erani Yustika.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2026, Daffa Yasa Pratama mengatakan penyelenggaraan PKKMB tahun ini membawa sejumlah pembaruan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Raja Brawijaya 2026 mengangkat lima isu utama, yakni kesehatan mental dan anti-kekerasan seksual, inklusivitas, perspektif global, kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi, serta keberlanjutan.
“Tahun ini kita ingin Raja Brawijaya menjadi world class university orientation. UB merupakan world class campus, sehingga PKKMB-nya juga harus memiliki standar yang mendukung arah tersebut. Karena itu, kita menonjolkan sisi internasionalisasi di Raja Brawijaya tahun ini,” ujarnya.
Penguatan perspektif global tersebut antara lain diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lebih beragam kepada mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik UB yang terhubung dengan komunitas global.
Selain inovasi digital perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa baru, juga diperkuat melalui skrining kesehatan mental pada saat pengambilan jas almamater, kampanye digital, serta penyediaan konselor selama rangkaian Raja Brawijaya.
Raja Brawijaya 2026, dirancang lebih interaktif dengan memadukan unsur edukasi dan hiburan dengan menghadirkan program Candra Sena Ambassador yang menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk menjadi agen kampanye positif sekaligus mendorong lahirnya inspirasi dan prestasi di lingkungan mahasiswa.
Daffa berharap semangat inovatif, gebrakan, kreatif, Raja Brawijaya 2026 bisa menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai generasi Brawijaya yang mampu beradaptasi, terbuka terhadap keberagaman dan perkembangan global, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: PKKMB UB fokus bina kesehatan mental 17.300 mahasiswa baru
Baca juga: Peneliti FBiPK UB deskripsikan spesies baru kumbang di Jepang
"Kami mencatat tahun akademik 2026/2027 ada 57 mahasiswa asing baru program full degree dan saat ini ada 113 mahasiswa asing aktif berkuliah di UB," kata Prof Imam di sela pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus UB di Malang, Jawa Timur, Senin.
Untuk program jangka pendek atau non-degree, kata Prof Imam, jumlah mahasiswa luar negeri yang terdaftar mencapai lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai belahan dunia, seperti Asia, Timur Tengah, Asia Timur, Eropa, dan Afrika.
Menyinggung upaya pemerataan akses pendidikan, termasuk dari program afirmasi, Prof Imam mengatakan UB mempertahankan kuota afirmasi dari wilayah Malang Raya dan kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), dan tersedia program Beasiswa ADik bagi mahasiswa asal Papua.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr Setiawan Noerdajasakti mengatakan UB menyediakan sejumlah skema bantuan biaya pendidikan dan beasiswa bagi mahasiswa baru.
“Setiap lembaga pemberi beasiswa memiliki kriteria dan aturan sendiri. Sedangkan untuk beasiswa program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), sedang dalam proses pengusulan. Penetapan penerima biasanya difinalisasi sekitar Oktober. Kami juga menyediakan beasiswa dari Dana Abadi UB serta Baznas,” ujarnya.
Selama penyelenggaraan PKKMB pada 10-12 Agustus 2026 tersebut juga akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Erani Yustika.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2026, Daffa Yasa Pratama mengatakan penyelenggaraan PKKMB tahun ini membawa sejumlah pembaruan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Raja Brawijaya 2026 mengangkat lima isu utama, yakni kesehatan mental dan anti-kekerasan seksual, inklusivitas, perspektif global, kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi, serta keberlanjutan.
“Tahun ini kita ingin Raja Brawijaya menjadi world class university orientation. UB merupakan world class campus, sehingga PKKMB-nya juga harus memiliki standar yang mendukung arah tersebut. Karena itu, kita menonjolkan sisi internasionalisasi di Raja Brawijaya tahun ini,” ujarnya.
Penguatan perspektif global tersebut antara lain diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lebih beragam kepada mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik UB yang terhubung dengan komunitas global.
Selain inovasi digital perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa baru, juga diperkuat melalui skrining kesehatan mental pada saat pengambilan jas almamater, kampanye digital, serta penyediaan konselor selama rangkaian Raja Brawijaya.
Raja Brawijaya 2026, dirancang lebih interaktif dengan memadukan unsur edukasi dan hiburan dengan menghadirkan program Candra Sena Ambassador yang menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk menjadi agen kampanye positif sekaligus mendorong lahirnya inspirasi dan prestasi di lingkungan mahasiswa.
Daffa berharap semangat inovatif, gebrakan, kreatif, Raja Brawijaya 2026 bisa menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai generasi Brawijaya yang mampu beradaptasi, terbuka terhadap keberagaman dan perkembangan global, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: PKKMB UB fokus bina kesehatan mental 17.300 mahasiswa baru
Baca juga: Peneliti FBiPK UB deskripsikan spesies baru kumbang di Jepang






Komentar (0)