JAKARTA, DISWAY.ID - Selama lebih dari tiga dekade, Darsono (51) tak pernah absen mengadu peruntungan dari semarak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak 1995, ia rutin berjualan bendera Merah Putih dan berbagai pernak-pernik HUT RI di Jakarta setiap menjelang 17 Agustus.
Namun, memasuki HUT ke-81 RI tahun ini, pengalaman panjang itu justru membawanya pada kenyataan pahit.
Di tengah jalanan Ibu Kota yang mulai dihiasi bendera dan atribut kemerdekaan, lapak Darsono di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, justru jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Pendaftar War Tiket HUT ke-81 RI Tembus 336 Ribu, Prioritaskan yang Belum Pernah Ikut Upacara di Istana
Bahkan, Darsono menyebut penjualan tahun ini sebagai yang terparah sepanjang ia berjualan, hingga terasa lebih sepi dibanding saat pandemi Covid-19.
"Paling parah tahun sekarang penjualannya, kalau saat covid lumayan. Tahun sekarang aja (penjualan anjlok)," katanya saat ditemui Disway.id di lapaknya, Senin, 10 Agustus 2026.
Darsono sendiri sudah membuka lapaknya sejak tanggal 28 Juli 2026 dengan menjual beragam pernak pernik HUT RI, dimulai dari harga Rp10.000 untuk bendera kecil hingga Rp200.000 untuk bendera besar berukuran 10 gelombang.
Ia mengaku, barang dagangan tersebut sebagian modal sendiri dan sisanya diambil dari pihak lain dengan sistem setoran.
BACA JUGA:20.000 Warga British Columbia's Okanagan Lake Kanada Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan
Mirisnya, menjelang H-7 HUT RI, modal yang ia keluarkan dari kantong pribadi sebanyak 8 Juta Rupiah belom balik.
Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya ditanggal yang sama modal yang ia keluarkan sudah kembali dari hasil penjualan.
"Tanggal-tanggal segini mah udah ketemu modal, tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun sekarang mah boro-boro Modal aja belum ketemu," ungkapnya.
BACA JUGA:Kebakaran TNBTS Meluas hingga 520 Hektare, Menhut Perintahkan Penutupan Total dan Kerahkan 3 Helikopter
- 1
- 2
- »





Komentar (0)