Survei FSP BUMN Bersatu: 81,3 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo Subianto

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) menunjukkan mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Pada survei FSP BUMN Bersatu tercatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo mencapai angka 81,3 persen.

BACA JUGA: Prabowo Tak Suka Pertamina & PLN Punya Banyak Anak dan Cucu

Kepala Departemen Litbang FSP BUMN Bersatu Tri Widodo Sektianto menyampaikan survei tersebut dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.243 responden.

Penelitian menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: FSP BUMN Bersatu Nilai Kejaksaan Lakukan Kriminalisasi di Kasus Kolam Tanjung Perak

"Para responden menilai sosok dalam diri Prabowo adalah pemimpin yang tercerahkan (enlightening leader), yakni sosok yang memiliki kesadaran tinggi, memimpin dengan memberi teladan, serta menginspirasi dan melayani timnya bukan sekadar memberi perintah," jelas Tri Widodo Sektianto dalam keterangannya, Senin (10/8).

Selain menilai kepuasan publik atas kinerja Prabowo Subianto, dalam survei kali ini juga memotret kondisi ekonomi secara fundamental yang menunjukkan nilai positif dan keyakinan ekonomi akan membaik, tetapi suasana pikiran masyarakat cenderung mayoritas negatif.

BACA JUGA: Prabowo Beri Rapor Memuaskan untuk Kinerja Bahlil Lahadalia

Dalam survei ini memotret persepsi kondisi ekonomi rumah tangga masyarakat yang cukup berat.

Kondisi ini diiringi berbagai kekhawatiran variable ekonomi yang ada.

Meski demikian, survei kinerja Presiden Prabowo terhadap kondisi politik, dan penegakan hukum tergambar positif secara persepsi kepuasan publiknya.

Sebanyak 86,2 persen publik merasa sangat puas/puas dengan kinerja Prabowo dalam bidang politik, dan sebanyak 82,7 persen publik merasa sangat puas/puas dengan kinerjanya di bidang hukum.

Hal lain yang juga mendapatkan persepsi publik yang positif adalah terkait penilaian dan yang dirasakan masyarakat seperti pembagian bansos dan fasilitas pendidikan.

Angkanya mencapai 84,3 persen yang menunjukkan responden menilai pemerintah konsisten dan memiliki kinerja positif dalam program tersebut.

Hasil survei lainnya sebanyak 74,8 persen asyarakat optimistis keadaan ekonomi akan membaik.

Namun, ada sinyal yang perlu dicermati karena ekspektasi masyarakat sebanyak 21,6 persen kondisi ekonomi ke depan kembali melemah.

“Meskipun di beberapa hal dalam hasil survei ini menggambarkan persepsi positif dari publik, namun faktor-faktor kondisi terkini dan tren keadaan ekonomi nasional yang terpotret di masyarakat harus menjadi catatan tebal bagi pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Survei FSP BUMN Bersatu juga memotret pilihan masyarakat jika pemilihan presiden digelar sekarang.

Hasilnya, Prabowo Subianto masih menjadi pilihan mayoritas responden yang angkanya mencapai 70,2 persen.

Dalam survei tersebut, Dedi Mulyadi memperoleh 8,5 persen, Anies Baswedan 6,9 persen, Gibran Rakabuming Raka 6,4 persen, Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) 4,3 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 2,1 persen, dan sebanyak 1,6 persen responden tidak memiliki jawaban.

Hasil survei FSP BUMN Bersatu juga menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi sekarang menunjukkan tantangan yang cukup serius.

Sebanyak 53,6 persen responden berpersepsi kondisi ekonomi saat ini sedang buruk.

Selanjutnya sebanyak 25,4 persen responden menilai kondisi ekonomi biasa saja, sedangkan 18,2 persen responden tidak khawatir tetapi akan berubah, dan sebanyak 2,8 persen responden memilih tidak menjawab.

Kondisi ekonomi tersebut dinilai banyak dipengaruhi akibat ketidakpastian global.

Dalam survei, sebanyak 57,5 persen responden beranggapan dampak global yang tidak pasti menjadi faktor utamanya.

Sementara itu, sebanyak 20,8 persen responden memilih karena pendapatan menurun, dan 20,3 persen responden memilih karena harga harga naik.

Ada sebanyak 1,4 persen responden tidak berikan jawabannya

“Kondisi ini tergambar secara tren dari perbandingan jawaban masyarakat saat survei ini dengan survei Januari 2026 yang menunjukkan kenaikan persentase persepsi. Sebanyak 34,2 persen responden mengaku penghasilan mereka turun dan lebih dari 36,1 persen masyarakat yang menjalankan usaha mengeluhkan omzet usaha mereka yang lesu,” terangnya.

Sebanyak 48,3 persen responden menyatakan kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu.

Sebanyak 30,1 persen responden memilih aman karena jaring tabungan sebagai pengaman, 14,3 persen responden menilai bergejolak, dan sebanyak 5,2 persen responden menilai sudah kritis

Sementara itu, sebanyak 2,1 persen responden tidak berikan jawabannya.

Dalam pengukuran tingkat kerentanan ekonomi masyarakat saat ini, sebanyak 63,8 persen responden dinilai dalam keadaan sangat rentan.

Sebanyak 30,1 persen responden dalam keadaan aman karena tabungan, sedangkan 6,1 persen responden tidak berikan jawabannya

Selebihnya, hampir 60 persen masyarakat, tidak memiliki persiapan finansial sama sekali untuk menghadapi masa sulit.
Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko kerentanan ekonomi yang sangat tinggi.

Hasil survei lainnya menunjukkan 57,4 persen responden mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan di wilayah tempat tinggal mereka.

sebanyak 27,7 persen responden merasa masih ada pekerjaan, 12,8 persen responden merasa terkadang ada pekerjaan, 5,2 persen responden menilai sudah kritis, dan 2,4 persen responden tidak berikan jawabannya.

Beban ekonomi terbesar lainnya berasal dari kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 57,8 persen responden mengeluhkan mahalnya harga bahan pokok sehari-hari.

Selain itu, 21,9 persen responden mengaku menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), 18,3 persen menyatakan tidak ada tabungan/dana darurat, dan sebanyak 2 persen tidak memberikan berikan jawaban.

Secara keseluruhan, survei Litbang FSP BUMN Bersatu menunjukkan mayoritas masyarakat masih merasa Prabowo Subianto sebagai pemimpin mampu memberikan kepuasan di angka 81,3 persen.

Dari survei dapat disimpulkan Ketakutan akan harga pangan, sulitnya mencari kerja, dan ketiadaan jaring pengaman finansial adalah pesan bahwa ada sesuatu yang sedang tidak beres terhadap perekonomian negara ini.

FSP BUMN Bersatu menilai kepuasan publik terhadap bidang politik dan hukum dapat menjadi modal bagi pemerintah untuk membangun kepercayaan masyarakat dan dunia usaha.

Kepercayaan tersebut diharapkan bisa memberikan dampak bagi kepercayaan dunia usaha dan masyarakat untuk bisa meningkatkan serta perubahan situasi perekonomian negara

Selain itu, ada satu harapan bagi pemerintah untuk bisa memperbaiki rapor ekonominya dengan adanya optimisme akan perbaikan ekonomi makro negara yang sangat kuat dari optimisme masyarakat

Penurunan tersebut menunjukkan meski masyarakat masih cukup percaya diri terhadap kondisi ekonomi saat ini, pandangan mereka terhadap prospek ekonomi empat bulan ke depan atau hingga akhir 2026 mulai lebih hati-hati.

Meski demikian, di tengah berbagai tangan tersebut, simulasi menunjukkan jika pilpres dilaksanakan saat ini para responden secara dominan masih memberikan respons positif keterpilihannya kepada Prabowo Subianto dibandingkan dengan beberapa tokoh nasional lainnya, yakni dengan tingkat dukungan mencapai 70,2 persen. (ris/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Efriza Dorong Prabowo Evaluasi Menteri Terkait Perekonomian


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menag Ungkap Istiqlal Masuk Ekosistem BEI: Mungkin Masjid Pertama di Dunia
• 15 jam lalu
0
thumb
Cuma 1 Bahan! Simak 6 Ide dan Cara Praktis Membuat Pernak-Pernik HUT RI
• 18 jam lalu
0
thumb
Penganiayaan, Upaya Pembunuhan: Dokter Tifa Bongkar Derita di Tengah Kasus Ijazah
• 4 jam lalu
0
thumb
Dirreskrimum Polda Sumbar Minta Maaf, Kasus Dugaan Pemukulan Berakhir Damai
• 5 jam lalu
0
thumb
Perusak Palang Pintu Kereta di Sleman Juga Diduga Rusak Bendera Merah Putih
• 24 menit lalu
0
Berhasil disimpan.