Pasar Sambut Positif Supres Pencalonan Tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur BI

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada awal pekan setelah pemerintah resmi mengajukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR RI.

Pelaku pasar dinilai menerima positif keputusan tersebut karena Destry merupakan pejabat internal BI yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pencalonan Destry sesuai dengan ekspektasi pasar. Stabilitas kepemimpinan bank sentral dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu menopang kepercayaan pasar terhadap rupiah.

“Kalau saya lihat bahwa calon Gubernur Tunggal Ibu Destry itu sudah sesuai dengan ekspektasi, ya, pasar. Karena kita lihat bahwa biasanya pada saat Gubernur, ya, Bank Indonesia mengundurkan diri, yang diangkat itu adalah incumbent,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, keputusan pemerintah mengusulkan Destry sebagai pengganti Perry Warjiyo memberikan sinyal kesinambungan kebijakan di tubuh bank sentral. Kondisi tersebut membuat pasar tidak melihat adanya perubahan mendadak dalam arah kebijakan BI.

“Dan ini memang benar bahwa incumbent yang dicalonkan, ya, untuk sebagai pengganti dari Pak Perry Warjiyo. Artinya apa? Bahwa pasar menerima dengan dipilihnya Ibu Destry sebagai calon Gubernur Bank Indonesia. Itu yang pertama,” ujarnya.

Selain faktor pencalonan Gubernur BI, penguatan rupiah juga ditopang oleh sejumlah indikator ekonomi domestik yang dinilai masih solid.

Ibrahim menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di atas 5 persen. Kinerja tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup kuat di tengah tekanan eksternal.

“Kemudian yang kedua yang membuat harga rupiah, ya, kembali menguat cukup tajam, itu adalah data pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, ya, di atas 5 persen,” kata Ibrahim.

Ia juga menyebut posisi cadangan devisa Indonesia yang masih cukup baik. Meski terdapat sejumlah indikator yang memberikan tekanan, seperti neraca perdagangan yang defisit dan indeks keyakinan konsumen yang mengalami penyusutan, tingkat keyakinan konsumen masih berada di atas level 100.

“Kemudian kita lihat cadangan devisa pun juga cukup bagus. Kemudian apa, walaupun neraca perdagangan kita juga defisit, ya kemudian indeks keyakinan konsumen pun juga kita menyusut, ya, tetapi masih di atas 100. Artinya apa? Bahwa data ekonomi di dalam negeri cukup bagus. Ini yang membuat harga rupiah kembali menguat tajam,” tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ramalan Keuangan 10–17 Agustus 2026: 6 Zodiak Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Tak Terduga
• 19 jam lalu
0
thumb
Dua Hafidz Kalimantan Timur Wakili Indonesia Berlaga di MTQ Internasional Maroko
• 22 jam lalu
0
thumb
Mingyu, Seungkwan, dan Dino SEVENTEEN akan Segera Jalani Wajib Militer
• 5 jam lalu
0
thumb
Temukan Ratusan Senjata, Yayasan Sekolah Harapan Ibu Minta Perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen
• 13 jam lalu
0
thumb
Cegah Api Kembali Muncul, Ini yang Dikerahkan Petugas di Kawasan Bromo
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.